Pansus Covid 19 DPRD Bengkulu Utara, Sidak Ketiga Lokasi Pengguna Dana BTT

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Tim Panitia Khusus (Pansus) DPRD Bengkulu Utara (BU) Covid 19 melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketiga lokasi sekaligus, yakni Posko Gugus Tugas Penanganan dan Percepatan Covid 19 Kabupaten BU, Dinas Sosial, dan Wisma Kesehatan Penanganan Covid 19. Dimana sidak dipimpin langsung, Ketua Tim Pansus Febri Yurdiman yang diikuti seluruh anggota tim pansus Covid 19 DPRD BU.

Usai melakukan sidak, Ketua Tim Pansus Febri Yurdiman mengatakan, bahwa kegiatan sidak yang dilakukan hari ini merupakan tindak lanjut dari rapat hearing beberapa waktu lalu kepada tim gugus tugas penangan perecepatan Covid 19 Kabupaten BU tepatnya pada tanggal (23/4) lalu.

“Ya, kegiatan sidak ini berdasarakan dari rapat hearing yang dilakukan beberapa waktu lalu. Serta berdasrakan dari temuan kita bahwa pihak Dinas Kominfo Kabupaten BU dalam penenganan bencana covid 19 ini mengajukan berbentuk barang, maka dari itu kita melakukan penegecekan langaung ke lokasi, alhasil barang-barang tersebut tidak berada dilokasi seperti yang disampaikan pihak Kominfo. Yang jelas apa yang dilakukan oleh pihak Kominfo tidak sesuai dengan Instruksi dan Peraturan Presiden tentang penanagan bencana,” kata Febri

Febri juga menambahkan, bahwa selain Dinas Kominfo, pihaknya juga melakukn sidak ke Dinsos BU, untuk melihat data yangbtelah disampaikan pihak Dinsos dalam penaangan Covid 19 ini pihak tekah menyalaurkan bantuan sebnayak 2.500 paket intuk para ODP dan Notifikasi dengan mengelontorkan anggaran sebesar Rp 263 juta.

“Yang jelas kita lakukan ini demi terwujudnya tramparansi anggaraan yang telah dikeluarkan jangan sampai anggaran ini tidak tepat sasaran,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Febri juga menyampaikan bahwa untuk hasil dari Wisma Atlet, secara kasat mata banyak ditemukan tidak sesuai dengan Rencana Kebutuhan Belanja (RKB). Dimana ada 16 unit untuk pembelian tempat tidur, namun dari hasil yang dihat secara langsung, hanya Kasurnya saja yang baru, tempat tidur dan sarung merupakan barang lama.

“Kita sama sama mendengarkan, bahwa penyampaian dari pihak Kepala Dinas Kesehatan barang barang yang telah dibelikan tersebut tersimpan digudang. Namun, waktu ingin melihat kunci gudang tidak tahu kemana. Dan secara kasat mata kita lihat barang tersebut, hanya ada kasur yang baru, bukan tempat tidur sesuai dengan RKB yang diajukan pihak Dinkes. Untuk hal ini belum bisa kita simpulkan, yang jelas ini tidak sesuai dengan RKB,” ungkapnya.

Febri juga menuturkan bahwa, dari hasil sidak yang dilakukan ini akan dilanjuti rekomendasi ke pihak Aparat Penengak Hukum (APH).

“Untuk hasil ini akan kita lakukan rekom ke APH,” tandasnya.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment