OTT Benteng, Akankah Di Kabupaten Lain Provinsi Bengkulu Bersih Pemotongan

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Terkait kejadian Operasi Tangkap Tangan (OTT) dikabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), yang melibatkan 9 orang ASN dilingkungan Dinas Kesehatan Pemkab Benteng, lantaran telah melakukan pemotongan 10 persen dana Gabungan Usaha (GU) RSUD Benteng dan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) untuk Puskesmas di Kabupaten Benteng. Akankah kejadian pemotongan 10 persen ini tidak terjadi di Kabupaten lain, apakah kabupaten lain dapat dinyatakan bersih?

Pertanyaan ini timbul setelah adanya jumpa pers pihak Polda Bengkulu, yang menetapkan 9 orang ASN menjadi tersangka, dimana salah satunya merupakan bendahara Dinas Kesehatan yang tengah mendistribusikan dana tersebut, kepada seluruh penanggungjawab program kegiatan dari Puskesmas. Disampaikan oleh Budi Hermanto selaku ketua Lembaga Organisasi Masyarakat di Kabupaten Bengkulu Utara ini, besar dugaan nyaris diseluruh Kabupaten hal yang serupa terjadi. Namun ironisnya, pembuktian untuk pemotongan tersebut kecil kemungkinan dapat terbukti, hanya kecuali dengan melakukan OTT seperti yang terjadi di Kabupaten Benteng.

“OTT di Kabupaten Benteng, sebenarnya sudah dapat menjadi acuan adanya pemotongan itu sendiri nyaris terjadi, terlebih lagi untuk Kabupaten lain. Jika ingin pembuktian akan sulit dibuktikan, hanya dengan OTT ini saja baru fenomena aksi pemotongan ini dapat diminimalisir,” ujarnya.

Budi pun menuturkan, mengapa hanya dengan OTT baru dapat membuktikan adanya pemotongan tersebut. Karena jika dilakukan pengusutan, tentuya akan sulit terbukti, mengingat mulai dari oknum bendahara hingga oknum ASN yang selaku penanggung jawab kegiatan yang menerima aliran dana tersebut, pastinya akan bungkam terhadap dugaan pemotongan.

“Jika diusut, bisa terbukti bisa juga tidak. Menurut saya OTT yang terjadi di Benteng, merupakan prestasi besar pihak Aparat Penegak Hukum (APH) meskipun di Kabupaten lain dengan adanya OTT ini tidak akan didapatkan. Namun minimal, pemotongan dengan adanya OTT ini, dapat dipastikan akan terminimalisir,” bebernya.

Lebih jauh dirinya mempertanyakan, pihak APH dapat mengembangkan kasus OTT ini atau mulai membuka pengusutan di Kabupaten lain, terutama di Kabupaten Bengkulu Utara, lantaran aroma dugaan pemotongan nyaris di seluruh kegiatan dilingkungan Pemkab BU ini sudah lama berhembus, namun sulit untuk terlacak. Karena aksi ini, disinyalir terorganisir. Terlebih lagi, pihaknya mengharapkan penyidik agar mengembangkan aksi pemotongan ini, hasil dari pemotongan tersebut alirannya bermuara kemana, akankah muaranya ke seseorang yang memiliki pengaruh besar?.

“Saya sangat berharap sekali kepada APH, hal ini terus dikembangkan. Saya pun atas nama masyarakat, mengapresiasi penuh aksi OTT yang berhasil terungkap, sehingga ini dapat menjadi pembelajaran bagi ASN lain di seluruh Indonesia demi menciptakan Pemerintah bersih dari unsur dugaan pungli. Namun demikian, ada baiknya APH juga mengembangkan kasus pemotongan atas dana kegiatan ini, alirannya bermuara kemana. Besar dugaan dana hasil pemotongan ini bermuara ke orang berpengaruh. Semoga saja ini dapat dilakukan oleh APH dan menemukan siapa dalang dibalik adanya aksi dugaan pungli tersebut,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolres BU AKBP Ariefaldi Warganegara, S.Ik melalui Kasat Reskrim AKP Jufri, S.Ik berpendapat, dengan adanya kejadian di Bengkulu Tengah ini, justru pihaknya bersama dengan pihak Inspektorat dan pihak Kejaksaan, meningkatkan pelaksanaan sosialisasi “Saber Pungli”.

“Iya kejadian di Benteng, itu justru menjadi acuan kita dari Saber Pungli untuk meningkatkan pelaksanaan sosialisasi Saber Pungli, biar hal serupa tidak terjadi lagi khususnya di Kabupaten Bengkulu Utara,” singkatnya.

Baca :

Polda Resmi Gelar Jumpa Pers OTT Pungli ASN Benteng

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment