Miliaran Rupiah Pembangunan Sarana Air Bersih Desa Samban Jaya Terindikasi Korupsi

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Miris nasib dialami masyarakat Desa Samban Jaya Kecamatan Batik Nau Kabupaten Bengkulu Utara, yang hingga saat ini belum juga bisa menikmati sarana air bersih. Padahal, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara melalui Dinas PUPR Bengkulu Utara telah menguras anggaran mencapai 2,4 Miliar untuk pembangunan sarana dan prasarana air bersih perdesaan yang diperuntukkan masyarakat desa Samban Jaya. Ironisnya, hingga saat ini air bersih yang dijanjikan oleh Bupati bengkulu Utara Ir. Mi’an, tidak kunjung dinikmati masyarakat. Alhasil, pekerjaan yang dikerjakan tahun 2019 yang bersumber dari anggaran DAK APBD Bengkulu Utara oleh CV. SURYA NUSA BHAKTINDO dengan beralamatkan di Jalan Vand Iskandar Baksir Nomor 50B Kota Bengkulu, dengan pagu anggaran Rp 2.245.353.613,42, terindikasi korupsi.

Pasalnya, berdasarkan tinjauan awak media di lapangan didapati bak penampungan untuk air bersih tersebut dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Bagaimana tidak, terlihat kondisi air yang sangat kotor, ditambah lagi letaknya layaknya kubangan hewan kerbau. Lebih ironisnya lagi, bak penampungan layaknya tempat pemandian kotor, yang dimanfaatkan anak-anak untuk mandi. Sehingga, kondisi air tidak memungkinkan untuk dikonsumsi layaknya air bersih. Lebih jauh tinjauan awak media, hingga saat ini beberapa masyarakat desa Samban Jaya yang ditemui, belum sama sekali menikmati air bersih yang dimaksud. Padahal, pekerjaan ini menguras anggaran mencapai miliaran rupiah.

Selain itu, pekerjaan ini juga terkesan gagal perencanaan. Hal ini mengingat, selain tidak mengalirnya air bersih sejak selesai pembangunan di tahun 2019 hingga saat ini. Juga, penempatan pipa induk dari bak penampungan ke pemukiman masyarakat yang berjumlah 20 rumah, terkesan dibuat asal-asalan. Dan ini, jelas berdampak terhadap aliran air yang sama sekali tidak masuk kerumah masyarakat. Disamping itu juga, masyarakat sempat mengucapkan kepada awak media, penempatan pipa di rumah masyarakat berpindah-pindah yang menyebabkan kerusakan pada areal rumah masyarakat.

Salah satu warga yang ditemui awak media, yang namanya enggan disebutkan mengaku, air dirumahnya hanya mengalir selama satu minggu beberapa bulan yang lalu di tahun 2020. Sementara, sepanjang tahun 2019, sejak terpasangnya meteran tidak pernah teralirkan air. Yang paling mengesalkan, pemasangan kerap berpindah-pindah.

“Kami bingung pak, meteran sudah terpasang, dan yang kami ketahui pekerjaan ini sudah rampung di tahun 2019. Kenapa hingga saat ini, kami belum juga menikmati air bersih yang menjadi janji Mi’an sebagai Bupati Bengkulu Utara. Parahnya lagi pak, ketika kami sengaja mendatangi bak penampungan induk dari aliran air ke rumah kami itu, yang berada sekitar 10 kilo dari rumah saya, kondisi airnya sangat kotor dengan warna coklat kekuning-kuningan dan layaknya air kubangan hewan. Apakah itu tidak berdampak pada kesehatan masayarakat nantinya pak. Kalau begini, bagaimana kami mau percaya kepada pekerjaan pemerintah, yang memupuskan harapan kami dan kami sangat kecewa kalau seperti ini pak,” ujarnya.

Senada juga disampaikan oleh Sunarto, Kadun III Air Solok desa Samban Jaya Kecamatan Batik Nau Bengkulu Utara yang sangat menyesalkan proyek pemerintah ini terkesan asal-asalan. Yang hasilnya, dinilai sangat merugikan masyarakat. Padahal, pekerjaan proyek ini setahu masyarakat mencapai miliaran rupiah. Namun yang menjadi pertanyaan, mengapa hingga saat ini masyarakat belum juga bisa menikmati air bersih yang dimaksud.

“Semenjak proyek air bersih ini selesai pada tahun 2019. Airnya belum juga mengalir ke rumah rumah hingga saat ini. Sempat kami menikmati air beberapa bulan lalu tahun 2020 ini, itupun dibantu dengan menggunakan penyedot air. Namun, hingga saat ini, meskipun dibantu dengan penyedot air, air tidak juga kunjung keluar. Adfa apa dengan proyek pemerintah ini, apakah dibuat asal jadi yang jelas merugikan masyarakat, yang sudah mengharapkan air bersih,” sambungnya.

Disisi lain, Didik Suprayogi selaku Kepalad Desa Samban Jaya, tidka menampik kondisi yang ada di desanya menyangkut air yang tidka kunjung mengalir. Sejauh ini, ia mengaku telah berulang kali melayangkan surat ke dinas PUPR Bengkulu Utara, menyangkut masalah ini. Namun hingga saat ini, pihaknya belum juga mendapatkan tanggapan. Ia berharap, pihak dinas terkait segera menyikapi kondisi ini, agar masyarakat dapat menikmati yang semestinya menjadi program yang sangat bagus dari pemerintah.

“Saya atas nama masyarakat, tidak minta banyak. Hanya selesaikan masalah ini, dan masyarakat dapat menikmati air bersih yang merupakan program pemerintah yang sangat bagus,” singkatnya.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment