Kepemimpinan Mi’an, SKHUN Pelajar SD Tahun 2017 Arga Makmur Belum Diterima Wali Murid

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Ada apa gerangan dengan dunia pendidikan di Kabupaten Bengkulu Utara sejak kepemimpinan Mi’an. Puluhan wali murid, mengaku belum menerima Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) tingkat SDN tahun 2017 silam. Ironisnya, yang tidak diterima wali murid hanya berlaku di wilayah Kecamatan Kota Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara. Sementara, di kecamatan lainnya dalam Kabupaten BU sudah menerima.

Padahal, tahun 2017 tersebut merupakan tahun awal kepemimpinan Mi’an sebagai Bupati Bengkulu Utara. Sementara, informasi terhimpun belum diterimanya SKHUN tingkat SD ini menurut wali murid, kekhawatirannya akan berdampak pada penerimaan berkas anak-anak dalam melanjutkan jenjang pendidikannya, ke tingkat yang lebih tinggi. Hal ini diakui oleh beberapa wali murid, warga Kecamatan Kota Arga Makmur, kepada awak media.

“Iya mas, putri kami tidka menerima SKHUN tahun 2017. Kami tidka tahu mengapa, karena ketika kami tanyakan ke sekolahnya, kepala sekolah menjawab memang belum diterima pihak sekolah untuk dibagikan. Jadi, pihak sekolah tidak mengetahui apa masalahnya. Sejauh ini, kami belum mengetahui dampak dari tidak adanya SKHUN putri kami tersebut, namun kami yakin jika itu dokumen penting pendidikan anak-anak pastilah akan berdampak ketika putri kami menapaki jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dan itu, sangat kami pertanyakan,” ujarnya.

Membenarkan hal ini, awak media pun mengkonfirmasi ke beberapa sekolah di dalam Kecamatan Kota Arga Makmur, yang mana beberapa kepala sekolah membenarkan hal tersebut. Dimana, nyaris diseluruh Sekolah Dasar (SD) di dalam kota Arga Makmur, sama sekali belum menerima SKHUN tingkat SD tahun 2017. Disinggung lebih jauh, mereka tidak mengetahui penyebabnya. Namun yang mereka ketahui, tahun 2017 lalu, SKHUN itu diterbitkan dari pusat Kementerian Pendidikan, yang diturunkan ke Kabupaten/kota se Indonesia. Nah, untuk yang didalam kota Arga Makmur terkhususnya disekolah yang dipimpin beberapa kepala sekolah, sama sekali belum menerimanya.

“Bener mas, untuk tahun 2017 lalu, kami pihak sekolah sama sekali belum menerima SKHUN siswa dan siswi, yang mestinya sudah dibagikan setelah anak-anak kelas VI tersebut menyelesaikan pendidikannya di sekolah dasar. Namun, karena kami tidak menerima SKHUN tersebut, apa yang mau kami bagikan. Coba mas tanyakan ke Dinas Pendidikan, karena, penyalurannya dari pusat itu turunnya di Dispendik,” ujar beberapa kepala sekolah dasar, yang namanya enggan disebutkan oleh awak media.

Kemudian, ketika awak media mencoba mengkonfirmasi di sekolah kecamatan lain, salah satunya di sekolah SDN desa Talang ginting, mengaku sudah menerima dan telah dibagikan SKHUN siswa dan siswi kelas VI tahun 2017. Dimana diakui kepala sekolah, tahun 2017 itu pihaknya tidak berselang lama, sudah menerima SKHUN sehingga langsung dibagikan ketika pelajar melakukan cap tiga jari.

“Wah SKHUN tahun 2017, sudah lama kami bagikan. Saat itulah, nggak ada sampai bertahun-tahun,” singkat Kepsek yang namanya juga enggan disebutkan.

Kecamatan Lain SKHUN Dibuat Gotong Royong Sekolah

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Pendidikan BU Agus Haryanto, SE, MM melalui Kabid SD Sugeng ketika dikonfirmasi awak media, membenarkan bahwa SKHUN tingkat SD tahun 2017 di dalam kota Arga Makmur, belum disalurkan. Karena dikatakannya, sudah menjadi kebiasaan, SKHUN itu dicetak secara gotong royong. Kemungkinan, karena Arga Makmur nggak, sehingga terlambat pembagiannya. Namun, setelah diminta wali murid, kemarin (Tahun 2020,red) dicetak sendiri dan dibagikan. Sebelumnya, Dispendik nggak memiliki anggaran untuk mencetaknya.

“Barang (SKHUN,red) itukan sudah lama, kemaren kita fasilitasi untuk cetak dan dibagikan. Karena, Barang itukan kita cetak sendiri, dan sudah menjadi kebiasan kebiasaan yang sudah ada. Tahun 2017 itu, sudah mengadakan ujian dan kita usahakan dicetak, dan itu terlambat kemarin tahun 2017. Sebelumnya, UASBN provinsi dan tahun 2017 kabupaten yang menyelenggarakan. Kemaren, diusahakan dicetak dan dibagikan. Hanya untuk kota Arga Makmur saja, karena kecamatan lain sudah, hanya terlambat saja. Kalau kecamatan lain, cepat tanggap mereka, dengan bergotong royong bersama mencetaknya. Orang tua mintak tahun ini, makanya kita upayakan dicetak,” jelas Sugeng dikonfirmasi via ponsel.

SMPN Belum Terima SKHUN Pelajar SD Tamatan Tahun 2017

Disisi lain, Kepala SMPN 1 Bengkulu Utara Tiswarni ketika dikonfirmasi awak media, apakah tahun 2017 silam dalam melakukan penerimaan peserta didik baru, tidak meminta SKHUN. Tiswarni pun menjelaskan, pihaknya belum meminta ketika penerimaan SKHUN itu, karena ketika penerimaan SKHUN belum keluar dan belum diterima oleh para wali murid. Namun hal tersebut sebenarnya, tetap dibutuhkan untuk kelengkapan administrasi setelah penerimaan dan mulai belajar. Sejauh ini, untuk tahun 2017 pihak SMPN 1 BU, tidak menerima SKHUN dari para wali murid, ia sendiri tidak mengetahuinya. Namun, karena sistemnya baru dan tidak begitu mewajibkan SKHUN, melainkan hanya membutuhkan nomor ijazah saja, dalam menginput data dapodik, sehingga SKHUN pelajar ketika itu tidak diminta.

“Saat itu, kami tidak sempat meminta SKHUN pelajar, karena belum diterima para wali murid. Namun, karena didalam penginputan data dapodik, sistemnya tidak mewajibkan memasukkan data SKHUN, sehingga kami juga tidak terlalu mewajibkan dan tidak meminta SKHUN siswa yang baru belajar di SMPN 1 BU, ketika itu tahun 2017,” tegas Tiswarni.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment