Gadis Manis Meregang Nyawa Ini Modusnya
Kejutan Ulang Tahun Jadi Modus Penuhi Tuntutan Ekonomi

RubriKNews.com, BENGKULU – Gadis Manis Auzia Umi Detra (17) siswi SMAN 4 Bengkulu, sangat disayangkan harus meregang nyawa atas ulah dari orang terdekatnya yang telah dianggap sebagai kakak angkatnya. Rupanya kedekatan korban dengan pelaku Ms warga Kabupaten lebong yang sudah sejak SMP ini, dimanfaatkan oleh pelaku dengan modus memberikan kejutan ulang tahun. Namun dibalik itu, pelaku rupanya tengah dilanda tunutan ekonomi untuk membayar kost-kosannya yang sudah menunggak, dan berniat mengambil barang berharga gadis manis ini.

Kejadian yang sempat menggemparkan ini, berdasarkan data terhimpun. Pelaku memulai perannya untuk mendapatkan keuntungan dari korban ini, berawal dari modusnya memberikan kejutan ulang tahun, dimana korban saat itu kebetulan tengah berulang tahun. Hari Kamis Tanggal (1/2) sekitar pukul. 08.00 WIB, pelaku dengan niatnya yang me nggebu-gebu menghubungi korban, dan mmebuat janji untuk bertemu pada pukul 15.00 WIB dihari yang sama. Lantaran hubungan keduanya sudah sangat dekat, seperti kakak dan adik, korban pun menemui pelaku dirumah teman pelaku berinisial Ra yang langsung mengajak korban menuju ke Tempat kejadian korban ditemukan (Rawa Mangrove Lentera Merah,red).(Baca : http://rubriknews.com/isak-tangis-berurai-gadis-manis-ditemukan-dengan-organ-tubuh-terpisah/)

Setiba di lentera merah, pengakuan pelaku kepada pihak penyidik. Pelaku menutup mata korban dengan menggunakan masker hitam dan mengikat tangan korban menggunakan lakban coklat yang telah disiapkan pelaku. Saat itu, bukannya kejutan ulang tahun yang memberikan kenangan baik justru yang didapat korban kejutan ulang tahun kematian. Dimana, pelaku menghantam kepala korban menggunakan palu yang telah disiapkan sebelumnya. Hal ini tentunya membuat korban terkejut, dengan kondisi yang tidak bisa berontak mendapatkan pukulan. Melihat tersebut, korban pun tetap mencoba melakukan perlawanan, dan mendapat adanya perlawanan ini pelaku kembali menghantam kepala korban sebanyak 3 kali, dan seketika itu juga korban langsung jatuh dan tidak bergerak lagi.

Setelah kesempatan ini dilalui oleh pelaku, barulah pelaku melancarkan aksinya menggondol barang berharga korban yakni telepon seluler milik korban merk Xiomi, sementara jasad korban yang sudah tidak bergerak lagi diseret ke rawa-rawa yang juga bersamaan helm, jam tangan, gunting serta lakban yang digunakan untuk mengikat korban pun ikut di buang dan disembunyikan agar tidak terlihat dari penglihatan. Selanjutnya, menariknya pelaku justru tidak menjadikan sepeda motor korban dengan uang, dimana pelaku yang langsung menyempatkan membawa sepeda motor korban Honda Beat warna merah berkeliling kota yang kemudian mencopot nopol sepeda motor tersebut. Setelah itu, sepeda motor ditemukan oleh pihak kepolisian di lapangan golf lantaran snegaja ditinggalkan oleh pelaku yang langsung pulang kerumah temannya Ra dengan berjalan kaki. Baru setelahnya, pelaku menjual ponsel korban yang sudah dikantonginya ke media sosial, dimana uang tersebut digunakan untuk membayar kos-kosan miliknya yang sudha nunggak tiga bulan.

Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Coki Manurung melalui Direskrimum Polda Bengkulu Kombes Pol Pudyo Haryono, yang mengatakan pengakuan pelaku tersebut, belum sepenuhnya. Pihaknya masih akan mengembangkan motif pelaku ini, mengingat pelaku yang juga memiliki hubungan emosional yang cukup dekat sebagai kakak dan adik sejak SMP.

” Kalau hanya karena tuntutan ekonomi untuk membayar kosan milik Pelaku, sehingga terbesit di pikiran pelaku untuk mengambil barang milik korban, kami belum menerima sepenuhnya. Saat ini masih kita dalami karena adanya kedekatan emosional,” singkatnya.

 

Laporan : AD Anto
Editor : Effendi

Related posts

Leave a Comment