RubriKnews.com, BENGKULU UTARA – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020, khususnya di Bengkulu Utara sudah tinggal menghitung jam. Dalam hal ini, masyarakat diminta agar menyalurkan suaranya sesuai dengan hati nuraninya, bukan karena adanya provoksi. Kendati demikian, Bengkulu Utara yang hanya memiliki 1 pasangan calon (Paslon) yakni Ir. Mi’an dan Arie Septia Adinata, yang diketahui sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati aktif saat ini, akan melawan kolom kosong. Yang perlu diingat, penyampaian visi dan misi paslon Kepala Daerah Bengkulu Utara ini, pernah keceplos ketika KPUD Bengkulu Utara mengadakan debat publik kedua, yang diselenggarakan salah satu televisi lokal. Dimana, paslon ini kompak keceplos ucapan “Rakyat” dalam pertanyaan cepat moderator, yakni “Rakyat yang susah atau Pejabat Daerah yang susah”.
Akibat kejadian ini, masyarakat bisa menilai seperti apa Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Bengkulu Utara Mian-Arie Septia Adinata, yang jadi sorotan, karena kompak memilih “rakyat yang susah” dibanding “pejabat yang susah”. Dimana, kronologis kejadian ini, jelas pada sesi kelima. Pada sesi itu, paslon tunggal tersebut, menghadapi 12 pertanyaan cepat yang dibacakan oleh moderator Lisa Adhrianti.
“Rakyat yang susah atau pejabat daerah yang susah?” tanya Lisa menyebutkan pertanyaan ke-12.
Mi’an pun menjawab dengan kompak bersama Arie Septia Adinata, dengan sebutan “Rakyat”, meskipun Arie langsung meralat cepat dengan menyebutkan Pejabat yang susah.
“Rakyat!” jawab Mian dan Arie kompak.
“Eh pejabat daerah yang susah,” ucap Arie memperbaiki jawaban.
Yang kemudian disambung, dengan ucapan ralat Mi’an, dimana ia menyebutkan. Visi dan misinya mengutamakan rakyat.
“Ya mengutamakan rakyat,” jawab Mian.
Selain itu, jawaban Mian-Arie beberapa kali juga mengundang sorotan banyak pihak. Pada pertanyaan kedua contohnya, keduanya lebih memilih kerusakan lingkungan, dibanding pertumbuhan ekonomi yang rendah. Lebih jauh lagi, yang terkesan jawaban jujur keduanya ini, juga disampaikan pada pertanyaan keenam. Saat itu, keduanya kompak memilih mengurangi kunjungan ke masyarakat.
“Kunjungan ke masyarakat, setiap hari atau setiap minggu?” tanya moderator.
“Setiap minggu,” jawab keduanya kompak.
Menanggapi hal ini, Asmadi yang merupakan Ketua DPD Partai Perindo Bengkulu Utara, ketika di tanya soal kejujuran pasangan calon Mi’an-Arie dalam debat publik kedua yang ditayangkan oleh televisi lokal tersebut, enggan berkomentar banyak. Ia hanya bisa, mengingatkan masyarakat agar memilih dengan hati nurani. Terlebih lagi, seluruh masyarakat bisa menilai dan mendengar sendiri jawaban jujur paslon ini. Yang mana, jawaban mereka nyaris terkesan akan merugikan masyarakat dan Kabupaten Bengkulu Utara.
“Saya tidak mau berkomentar banyak, yang jelas. Imbauan saya, masyarakat memilihlah dengan hati nurani, jangan terprovokasi dengan apapun. Untuk lebih menguatkan ingatan, silahkan kembali ingat bagaimana paslon ini menjawab jujur, pertanyaan cepat moderator yang beberapa pertanyaannya dijawab kompak, terkesan merugikan rakyat,” singkatnya.
Laporan : Redaksi

