Dispendik Bengkulu Utara Gelar Rembuk Budaya

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Bengkulu Utara (BU), kemarin menggelar Rembuk Budaya dalam rangka sosialisasi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Kegiatan ini berlangsung di aula SDN 016 BU, kemarin (9/10) yang dihadiri langsung oleh Bupati BU Ir H Mian, Kepala Diknas BU Dr Agus Haryanto SE MM serta seluruh peserta rembuk budaya dari berbagai kalangan. Dalam rembuk budaya ini juga menghadiri 3 narasumber yakni dari Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Sumatera Barat Rois Leonard SSos, Ketua Badan Musyawara Adat (BMA) H A Samid dan Kepala Bappeda BU Ir Siti Qoriah Rosdiyana.

Kepala Diknas BU Dr Agus Haryanto SE MM mengatakan, kegiatan rembuk budaya ini digelar merupakan bagian dari rangkaian kegiatan mmeperingati hari jadi Kota Arga Makmur ke 43. Dimana kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan dengan undang-undang nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan.

“Ya giat ini kita lakukan berdasarkan UUD nomor 5 tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan, dimana kegitan ini termasuk dari rangkaian memperingati hari jadi Kota Arga Makmur ke 43,” kata

Ia pun menambahkan, bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk melakukan pengelolaan dan pelestarian kebudayaan daerah Kabupaten BU. Dan diharapkan kegiatan rembuk budaya ini mendapatkan poin-poin penting kedepannya bagi kemajuan dan pengembangan budaya yang ada di Kabupaten BU.

“Tujuannya adalah untuk dapat mengelola dan melestarikan budaya yang ada di Kabupaten BU. Dan diharapkan dengan dari rembuk budaya ini mendapatkan poin-poin yang penting untuk pengembangan kebudayaan di Kabupaten BU,” harapnya.

Sementara itu Bupati BU Ir H Mian, sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh pihak Dispendik BU dimana kegiatan ini menurutnya sangat penting dimana sesuai dengan undang-undang tersebut juga ditindaklanjuti dengan keluarnya peraturan presiden nomor 65 tahun 2018 tentang tata cara penyusunan pokok pemikiran kebudayaan daerah strategi kebudayaan. Dengan adanya undang-undang ini bukan hanya semata tanggung jawab pemerintah pusat tetapi tanggung jawab semua pemangku kepentingan dan elemen masyarakat. Untuk mencapai kemajuan tersebut sehingga apa yang diinginkan dapat dilestarikan.

“Maka dari itu dengan adanya rembuk budaya dilakukan saya sangat mengapresiasi, karena kegiatan ini adalah untuk menggali kembali dan melestarikan serta menguatkan tradisi-tradisi budaya yang ada di Kabupaten BU

Dirinya pun berharap dalam agenda rembuk budaya ini para peserta dapat memberikan ide-ide serta masukan terkait dalam upaya-upaya melestarikan, melindungi dan mengembangkan Kebudayaan yang ada di Kabupaten BU sepertk seni budaya, cagar budaya dan bahasa daerah.

“Kita berharap dari rembuk budaya ini para peserta dapat memberikan ide-ide cermelang dan masukan yang dapat menjadikan program bersama dalam pelestarian budaya di Kabupaten BU,” tukasnya.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment