Direktur RSUD, Bantah Adanya dugaan Monopoli Obat
Jasmen : Stok Obat RSUD Arga Makmur Memang Kehabisan, Alias Overload

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arga Makmur Kabupaten Bengkulu Utara (BU), menegaskan bahwa stok obat di apotik Rumah Sakit, memang kehabisan lantaran overload. Mengenai adanya anggapan dugaan monopoli obat, itu tidak benar. Hal ini diungkapkan Direktur RSUD Arga Makmur dr. Jasmen Silitonga, kepada awak media.

” Tidak benar itu, tidka istilah adanya oknum yang berani memonopoli obat di RS ini. Mengenai kejadian kemarin, terhadap pasien yang terpaksa menggadaikan ponsel demi menebus obat, sudah kita ganti klaim uangnya, dan itu bukan karena adanya permainan di RS ini, melainkan memang benar apotik RSUD mengalami kehabisan stok obat yang ditanggung BPJS. Sehingga, tidak dapat melayani pasien BPJS secara maksimal karena pengambilan jatah obat untuk RSUD mengalami overload,” ungkap Jasmen ketika disambangi diruangannya, Jum’at (2/1).

Jasmen menjelaskan, dalam pengadaan obat di RSUD Arga Makmur ini tidak sembarangan, dimana obat-obatan itu sudah dijatah sesuai dengan pagu anggarannya. Sementara, kejadian yang dialami oleh pasien terbaru ini, bukan karena adanya unsur kesengajaan, melainkan lantaran memang stok obat yang sudah habis dan pihaknya sudah berusaha untuk meminta tambahan obat, namun tidak bisa dilakukan karena ketersediaan serta permintaan sudah over kapasitas. Hal ini terjadi, mengingat jumlah pasien RSUD Arga Makmur tahun 2017 mengalami kenaikan, sehingga stok obat juga lebih cepat menipis.

” Belum lagi, jangka waktu obat itu ada waktunya, sehingga obat-obatan yang sudah lewat waktunya tidak kita perjual belikan lagi. Makanya, stok obat yang hanya memiliki jangka waktu singkat, tidak bisa ditok banyak. Mengenai kejadian kemarin, kami atas nama managemen RSUD ARga Makmur, meminta maaf. Dan berjanji kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali, dimana kedepan pasien RSUD ARga Makmur, tidak akan lagi dipusingkan untuk mencari obat diluar RSUD, karena kami sudah membuat system semua pelayanan obat akan dilakukan oleh petugas RSUD,” imbuhnya.

 

Laporan : Gitok
Editor : Effendi

Related posts

Leave a Comment