Bupati Sesalkan Tindakan OTD, Rusak Air Mancur Bundaran Arga Makmur

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Terkait keluhan masyarakat Bengkulu Utara, yang kecewa dengan program Bupati Bengkulu Utara Ir. Mi’an yang ingin memperindah kota Arga Makmur dengan mengaktifkan air mancur Bundaran Arga Makmur, yang saat ini belum setahun sudah tidak berfungsi lagi. Bupati, sangat menyesalkan tindakan dari masyarakat yang tidak bertanggungjawab alias Orang Tidak Dikenal (OTD), atas rusaknya salah satu komponen air mancur tersebut, yakni nozel yang rusak.

“Kita sangat prihatin atas perbuatan oknum tidak bertanggungjawab, yang telah melakukan pengrusakan nozel air mancur. Seharusnya, apa yang sudah dibangun oleh Pemkab itu, sama-sama dirawat agar semuanya bisa menikmati. Jika rusak begini, tentunya masyarakat juga yang dirugikan tidak bisa lagi menikmati keindahan air mancur kota Arga Makmur,” ujarnya.

Ia pun berterima kasih kepada tim perbaikan, yang langsung bergerak cepat melakukan investigasi dan langsung memasuki kolam guna mencari kerusakan untuk diperbaiki.

“Semoga tim segera dapat memperbaiki air mancur ini, dan dapat dinikmati oleh masyarakat kembali,” imbuhnya.

Ironisnya, pernyataan bupati ini mendapatkan berbagai tanggapan dari masyarakat. Mulai dari kritikan hingga, rasa terima kasih kepada bupati yang respon. Untuk kritikan sendiri, mengharapkan bupati selalu memberikan warning kepada penyedia atau pihak ketiga rekanan pemerintah dalam menjalankan proyek pemerintah itu, untuk mengutamakan kualitas dan kuantitas. Karena, ini sangat perlu dipertegas, mengingat banyaknya proyek yang menguras anggaran pemerintah itu dikerjakan asal jadi, dengan kualitas yang sangat buruk. Sehingga, berdampak mudahnya rusak ketika hasil proyek itu selesai, yang hanya dapat dinikmati masyarakat dalam waktu singkat.

“Kami sudah tidak terkejut lagi jika air mancur bundaran Arga Makmur ini, hanya dapat dinikmati sesaat. Mengapa?, karena ini proyek pemerintah yang pekerjaan dan mutunya dari materialnya, seadanya. Sehingga, berdampak seperti ini. Kalau sudah rusak begini, pastilah sudah hal yang klasik, jika kerusakan dilimpahkan kepada oknum atau masyarakat yang tidak bertanggungjawab. Padahal, kerusakan itu sendiri bisa jadi karena mutu kualitas dari material komponen air mancur itu sendiri, bukan kualitas yang bagus,” kata Tri kepada awak media.

Mutu dan Kualitas Proyek Pemerintah Dipertanyakan?

Tri pun mengharapkan, janganlah mudah menyalahkan orang lain, ketika pekerjaan pemerintah sendiri, belum tentu dapat diterima kualitas dan mutunya. Secara logika ia menjelaskan, bagaimana masyarakat mau merusak komponen itu, sementara komponen itu sendiri berada di dalam air, lalu apa keuntungan masyarakat. Apakah nozel itu, laku dijual. Sementara, dana yang terkuras pada pengadaan komponen air mancur ini tidak sedikit lo, mencapai ratusan juta rupiah. Yakni, Rp. 445.632.650, dimana pekerjaan ini dikerjakan oleh CV Wijaya Permana dengan bunyi kegiatan pembangunan fasilitas umum, paket pekerjaan rehabilitasi monumen 40 air mancur bundaran. Dengan masa pekerjaan selama 40 hari, yang dimulai sejak 14 November 2019 dan berakhir pada 23 Desember 2019 lalu. Yang bersumber dari dana APBD-Perubahan Bengkulu Utara Tahun 2019.

“Kami berterimakasih kepada bupati, yang sudah respon cepat memperbaiki fasilitas umum ini, namun kedepan kami masyarakat mengharapkan bupati untuk intens memperingatkan bawahannya, dalam menjalin kerjasama dengan pihak rekanan itu, harus mengutamakan mutu dan kualitas pekerjaan. Agar, jika terjadi kerusakan tidak selalu menyalahkan masyarakat atau OTD,” demikian Tri.

Baca juga :

Soal Air Mancur Bundaran Arga Makmur Tidak Muncrat, Dinas PUPR BU Salahkan OTD

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment