Berikut Komentar Eks Lawan Oknum Pejabat Bengkulu Utara Arogan

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Terkait oknum pejabat Dinas Pemuda dan Olah Raga dilingkungan Pemkab Bengkulu Utara, berinisial KH yang terkesan arogan, dan disinyalir kerap membuat keributan, baik dengan pihak luar maupun sesama pejabat ASN dilingkungan Pemkab BU. Beberapa komentar, didapati awak media dari lawan oknum pejabat tersebut, menyikapi kejadian yang diduga dibuat oleh oknum pejabat tersebut di PT PDU (Purnawira Dharma Upaya) di Desa Durian Daun Kecamatan Lais Kabupaten Bengkulu Utara, beberapa waktu lalu, yang merusak fasilitas perusahaan, mulai dari kaca jendela pecah, hingga hancurnya dua meja di kantor perusahaan tersebut.

Baca :

Beruntung, PT PDU Tidak Jadi Lapor Polda Dan Terima Permintaan Maaf Oknum Pejabat Pemkab BU Buat Onar

Sst, Oknum Pejabat Lingkungan Pemkab Bengkulu Utara Diduga Buat Keributan Di PT PDU

Kalman Nawawi, yang saat ini menjabat sebagai Camat Air Besi ketika ditemui awak media, usai menghadiri hearing LKPj di gedung DPRD BU, enggan untuk berkomentar banyak, persoalan yang saat ini dilanda oleh eks lawannya, terkait pembahasan aset Alun-alun Rajo Malim Paduko di Setdakab BU tahun 2018 silam.

Ia menyampaikan, bersimpati atas apa yang terjadi. Dimana, tidak semestinya seseorang yang sudah memiliki kehormatan, beretika layaknya preman di pasar. Namun demikian, ia tidak bermaksud mengatakan eks lawannya tersebut. Hanya saja, ia berkata silahkan masyarakat menilai sendiri, seperti apa etika pejabat Pemkab BU saat ini.

“Biarlah masyarakat yang menilai dek, seperti apa etika pejabat saat ini. Toh juga, atasan tertinggi ada Bupati, yang pastinya memonitor, seperti apa ASN yang diangkatnya tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Akmaludin ketika ditemui awak media juga enggan untuk berkomentar banyak. Meskipun, keributan yang terjadi antara dirinya dan oknum pejabat arogan ini, cukup menyakitkan. Dikatakannya, itu urusan oknum pejabat itu sendiri, yang mana seperti apa etikanya, ia sendirilah yang akan menghadapi permasalahan itu.

“Intinya dek, siapa yang memelihara angin dia akan menuai badai, pepatah inilah yang biasa saya sampaikan. Mengenai seperti apa komentar saya, soal etika oknum pejabat ini, saya tidak mau menyebutkan, silahkan nilai sendiri,” singkatnya.

Disisi lain, lagi lagi masyarakat sipil bernama Budi Hermanto, ketika dimintai kembali tanggapannya soal etika oknum pejabat arogan ini, ia hanya berharap. Agar, Kepala Daerah membuka matanya. Karena hal tersebut, jika dibiarkan etika bawahannya seperti itu, akan menjadi bumerang sendiri bagi kepala daerah.

Mengingat, kejadian yang baru terjadi, termasuk kejadian yang menimpanya dan beberapa eks lawan oknum pejabat tersebut, akan menjadi nilai buruk dari masyarakat terhadap kepemimpinan seorang Bupati, yang masih memelihara oknum pejabat, yang semena-mena dalam memangku jabatan yang diamanahkan.

“Kepala Daerah mestinya yang tegas, masa iya pejabat arogan seperti ini masih dipertahankan. Semestinya, ini harus diberikan pembinaan etika, untuk apa sekolah tinggi, tapi etikanya layaknya preman dipasar. Sementara, jika bupati mempertahankan dari prestasi oknum ini menjabat, yang mana prestasinya?. Mengurus persiapan pembangunan stadion saja hingga saat ini, belum juga kelar. Terlebih, pengurusan amdal saja, disinyalir ada permainan yang dibuatnya. Mengingat, pembuatan amdal stadion, yang hingga saat ini tidak selesai, alias diduga putus kontrak,” tandasnya.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment