Belum Setahun Jalan Hotmix Arga Makmur-Bengkulu Rusak, Salah Siapa?

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Miris kondisi pembangunan infrastruktur jalan saat ini, tidak terkecuali proyek yang dilaksanakan oleh pihak Pemerintah Provinsi Bengkulu, seperti halnya diwilayah jalan lintas Arga Makmur-Bengkulu, tepatnya di wilayah simpang Tanjung Agung Palik (TAP) Kabupaten Bengkulu Utara. Bagaimana tidak, terlihat struktur jalan yang belum genap setahun dikerjakan ini, remuk layaknya spesifikasi yang terkesan tidak beres, ditambah kerap dilalui oleh truck bermuatan lebih.

Pantauan awak media dilapangan, kondisi struktur jalan ini tidak bisa ditebak siapa yang salah?. Pasalnya, jika dilihat dari kewenangan pemerintah, pengerjaan jalan ini terkesan gagal perencanaan, yang terindikasi perencanaan tidak sesuai dengan kekuatan peruntukkan jalan ini. Sementara, jika dilihat dari kewenangan kontraktor atau pihak ketiga yang mengerjakan pekerjaan jalan ini, ada indikasi volume atau spesifikasi atau kadar hotmix jalan yang dinilai belum layak digunakan, namun terkesan dipaksakan digunakan. Kemudian, jika dilihat penyebabnya dari pengguna kendaraan, ironis memang pemilik usaha di wilayah ini tidak mengedepankan atau tidak memperhatikan kekuatan jalan, ketimbang tonase muatan kendaraan yang digunakan, seperti halnya truck monster yang dimiliki orang kaya Bengkulu Utara, yang terkesan kerap memaksakan tonase, yang tidak semestinya dapat dilalui jalan tersebut.

Salah satu pengemudi travel lintas Arga Makmur-Bengkulu Diki, yang dijumpai awak media, sangat menyesalkan kondisi jalan ini yang sudah rusak. Padahal katanya, ia yang kerap melintasi jalur ini, baru saja menikmati jalan mulus ini, namun sudah dalam kondisi hancur seperti ini.

“Kita tidak bisa memprediksi ini salah siapa, yang jelas dengan kondisi jalan ini. Tentu, yang dirugikan adalah masyarakat. Tentunya ini harus menjadi perhatian serius, terutama aparat penegak hukum, agar ini dapat ditindaklanjuti jika adanya indikasi bakal merugikan negara dan masyarakat,” ujarnya singkat berlalu memacu kendaraannya menuju kota Bengkulu.

Sementara itu, Tom warga setempat yang dikonfirmasi awak media atas tanggapan kondisi kerusakan jalan ini. Ia menilai, semua pihak diantara ketiganya harus bertanggungjawab atas kondisi jalan ini. Karena, jika dilihat semuanya terkesan abai dan tidak memperhatikan kepedulian atas kondisi jalan, baik itu pemerintah dari sisi perencanaannya, maupun kontraktor dari sisi kualitas pengerjaannya dan para orang kaya pemilik truck monster, yang terkesan memaksakan diri melintasi jalan ini dengan tonase, yang dinilai melewati batas kekuatan jalan ini.

“Terserah siapa yang bertanggungjawab, yang jelas dengan kondisi jalan yang baru dibangun ini sudah rusak. Tentunya, ada andil semua pihak, yang harus dapat mempertanggungjawabkannya. Karena jika tidak, kita pun mendesak, agar penegak hukum bertindak. Karena, ini yang dirugikan itu masyarakat,” demikian Tom.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment