Bansos Disebut Tidak Tepat Sasaran, Warga Dusun Rajo Datangi Dinsos Bengkulu Utara

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Banyaknya bantuan yang dinilai tidak tepat sasaran, mulai membuat masyarakat memberanikan diri mempertanyakan hal tersebut ke pihak Dinas Sosial Bengkulu Utara. Hal ini terlihat, pada Selasa (14/4) sekitar pukul 11.00 WIB, beberapa warga mendatangi kantor Dinsos guna mempertanyakan terkait bantuan sosial di Desa Dusun Rajo Kecamatan Lais Bengkulu Utara, yang hanya didapati oleh warga tertentu dan menariknya lagi perangkat desa pun menerima bansos tersebut.

Pantauan awak media, salah satu bansos yang menjadi pokok permasalahan yang dipertanyakan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), yang sama sama diketahui bantuan itu guna membantu masyarakat miskin yang benar-benar kesulitan dalam memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Namun, di desa Dusun Rajo bantuan itu terkesan tidak tepat sasaran, dan hanya dinikmati oleh masyarakat yang dinilai golongan mampu.

“Tujuan saya kesini, ingin menyampaikan kepada Dinsos bahwa data dari desa terkesan tidak benar. Karena, saya sendiri hanya buruh serabutan berpenghasilan rendah, begitu pula dengan suami saya hanya mengandalkan kerja harian dengan orang lain, dan menghidupi 2 orang anak yang masih duduk di bangku sekolah, ditambah kebutuhan sehari hari sangatlah berat, serta kondisi rumah saat ini masih berlantai tanah. Namun, justru tidak dapat bantuan. Sedangkan, tetangganya yang dinilai masuk dalam kategori ekonomi mampu, malah dapat bantuan ini. Lalu, dimana keadilan bagi kami yang susah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkap wanita yang namanya enggan disebutkan ini.

Ia pun mempertanyakan, apakah pihak desa betul-betul mendata berdasarkan data yang sebenarnya. Namun saat pihaknya mempertanyakan, adanya kesan ditutupi. Inikan justru timbul pertanyaan, karena terlalu banyak sekali kejanggalan, dalam penerima BPNT di Desa Dusun Rajo tersebut.

“Kalau mau didata kembali dirinya siap, silahkan cek mulai dari ekonomi hingga tempat tinggal saya, jauh dari kata layak. Tapi aneh, kenapa hal semacam itu tidak dimasukin ke data penerima bantuan. Justru, ekonomi mapan yang dapat bantuan, terlebih lagi seorang perangkat, ini sangat tidak adil,” bebernya lagi.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Sosial kabupaten Bengkulu Utara Suwanto ketika dikonfirmasi, menyebutkan telah keluhan warga ini. Sejauh ini, data sudah diterima dan segera ditelusuri, serta ia meminta terhadap pemerintahan desa, agar secepatnya mengecek kembali dan melakukan pendataan. Yang mana, dalam mendata itu harus betul betul valid, jika tidak valid bukan desa yang di salahkan, tapi pihak Dinas sosial.

“Saya minta terhadap desa, supaya dalam mendata harus betul Betul valid, agar hal serupa tidak terulang kembali. Karena masyarakat tidak tahu awal mula dat apenerima itu dari mana. Mereka akan menuding Dinsos, jika bantuan terkesan tidak tepat sasaran,” imbuhnya.

Kades Dusun Rajo Benarkan, Ada Perangkat Terima Bansos BPNT

Disisi lain, Kepala Desa Dusun Rajo Kecamatan Lais BU Suroyo, ketika dikonfirmasi tidak menampik, bahwa didesanya ada perangkat desa yang menerima bantuan BPNT. Namun, Kades berdalih bahwa perangkat yang menerima itu berdasarkan data lama, yang ia sendiri belum mengetahuinya. Kendati demikian, pihaknya akan berupaya melakukan perbaikan data, dan meminta waktu hingga bulan Juli mendatang.

“Memang benar, ada perangkat saya yang masih dapat bantuan tersebut. Tapi, itu berdasarkan data lama. Kami minta waktu hingga bulan Juli ini, akan segera memperbaiki data di desa ini, agar bantuan dapat tersentuh ke masyarakat yang layak menerimanya. Untuk saat ini, kami belum bisa berbuat apa-apa lantaran terhalang dengan wabah virus corona ini,” singkat Kades.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment