RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Memasuki tahun 2018, tenaga pengajar di Kabupaten Bengkulu Utara (BU) mulai menjerit. Pasalnya, Tunjangan Sertifikasi Guru triwulan pertama, hingga saat ini belum kunjung ada kejelasan. Hal ini diakui oleh salah satu guru, yang namanya enggan untuk disebutkan.
” Hingga saat ini sudah dipenghujung bulan April 2018, sertifikasi kami belum ada kejelasan,” ungkapnya kepada awak media.
Ia pun menyuarakan, bahwa para tenaga pengajar di Kabupaten BU ini sangat bergantung dengan tunjangan tersebut. Pasalnya, jika hanya mengandalkan gaji, dipastikan tidak cukup. Maka itu, sertifikasi ini sangat dibutuhkan mengingat untuk kebutuhan tambahan.
” Jika kami hanya mengandalkan gaji, dapat dipastikan tidak cukup untuk menutupi kebutuhan keluarga. Maka itu, dengan adanya tunjangan sertifikasi sesuai dengan yang diamanat Undang Undang Nomor 14 Tahun 2005, seharusnya tidak nyendat begini. Kami harap, pemerintah dapat memikirkan nasib kami,” imbuhnya.
Menanggapi hal ini, sayangnya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten BU Margono, S.Pd dikonfirmasi via ponsel Minggu (22/4) belum memberikan tanggapan.
Laporan : Effendi

