Bidan Puskesmas Gunung Alam, Terancam Dipolisikan

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Pelayanan kesehatan di Kabupaten Bengkulu Utara, mulai kembali diterpa isu tidak sedap. Bagaimana tidak, salah satu warga Kelurahan Gunung Alam Kecamatan Arga makmur, berniat mempolisikan bidan yang bertugas di Puskesmas Gunung Alam. Pasalnya, selain di tuding tidak mau melayani bersalin warga, juga menjustice warga Kelurahan Gunung Alam mengidap penyakit menular tanpa hasil analisa dan laboratorium yang jelas.

Diketahui, kemarahan warga Kelurahan Gunung Alam ini, tidak terima atas tuduhan dari pihak Puskesmas tersebut. Karena, tuduhan itu berdampak sangat luas terhadap warga tersebut, hingga dikucilkan oleh warga lainnya. Namun, setelah perjuangannya memperoleh kebenaran, didapatilah hasil laboratorium, bahwa warga itu tidak mengidap penyakit menular. Mendapatkan perlakuan yang tidaki sewajarnya di ungkapkan oleh pihak kesehatan tersebt, ia pun berniat menuntut balik atas apa yang dituduhkan tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh Ucok (34) warga Kelurahan Gunung Alam Kecamatan Arga Makmur, yang menegaskan akan membawa masalah ini ke ranah hukum. Selain, melakukan perbuatan tidak menyebangkan juga tidak melayani masyarakat secara semestinya.

“Saya kecewa bang atas perlakuan dari salah satu bidan berinisial Sl yang bertugas di Puskesmas Gunung Alam, sudahlah menolak bersalin istri saya. Eh, malah menuding bahwa istri saya mengidap penyakit menular sejenis Hepatitis. Saya pastikan akan membawa kekecewaan saya ini, ke ranah hukum,” ujarnya.

Kemarahan ini diluapkannya, setelah dirinya berjuang mencari kebenaran atas apa yang ditudingkan kepada istri dan anaknya tersebut. Dimana, setelah dirinya membawa istri dan anaknya mengikuti proses cek sample darah di Laboratorium RSUD Arga makmur, yang menyatakan bahwa istrinya negatif atas seluruh penyakit menular.

“Saya marah sekali, setelah hasil pemeriksaan LAB RSUD Arga Makmur. Ternyata menerangkan, bahwa hasilnya sangat berbeda dengan pernyataan Bidan yang telah memvonis, isteri saya yang mengidap penyakit menular tersebut. Yang mana, berdasarkan surat keterangan pihak RSUD Arga Makmur jelas-jelas menyatakan, bahwa seorang pasien bernama EVA dan HAGANTA, yakni istri dan anaknya, NOT REAKTIF atau tidak mengidap penyakit menular,” bebernya.

Tidak terima atas perlakuan ini, Ucok memastikan akan membawa ini ke ranah hukum. Lantara, akibat dari tudingan sang bidan, ia terpaksa menghadapi perang cekcok dengan keluarga. Tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat ini, dirinya bersama orang tuanya, akan melaporkan Bidan yang telah memvonis istrinya mengidap penyakit menular tersebut, ke pihak yang berwajib. Sebab, dengan adanya pernyataan bidan yang telah memvonis isterinya. Keluarganya, dikucil oleh seluruh saudara dan warga sekitar tempat tinggalnya.

“Mungkin kalau tidak ada halangan, kami dalam waktu dekat ini akan melaporkan bidan tersebut, ke pihak yang berwajib. Karena, akibat pernyataan bidan itu, seluruh keluarga saya menjauhi dan tidak ada yang datang, lantaran takut tertular penyakit,” paparnya.

Sempat Ditolak Pelayanan Bersalin

Lebih jauh Ucok menceritakan, kejadian tudingan bidan ini. Berawal, ketika istrinya tidka mendapatkan pelayanan bersalin dari Puskesmas Gunung Alam ini. Bahkan, Bidan tersebut dikenal dengan sikap tidak ramah dan meminta biaya obat, kepada warga yang nilainya lumayan besar. Sebelumnya, 2 hari sebelum istrinya melahirkan. Sang Bidan, pernah datang kerumahnya melakukan pengecekan kesehatan anaknya tersebut. Pada saat melakukan pengecekan kesehatan anaknya, ia memberitahukan bahwa anaknya itu akan melahirkan tanggal 23 Maret mendatang. Namun kenyataannya, baru tanggal 22 Februari 2019, anaknya sudah melahirkan.

Selanjutnya, ketika istrinya sudah mendekati waktu untuk bersalin. Ia pun menyempatkan diri, untuk memanggil bidan. Namun bukannya bantuan yang ia dapat, justru elakkan dari sang bidan untuk membantu istrinya bersalin. Dengan alasan, takut tertular lantaran terkena darah orang yang mengidap penyakit menular.

“Karena anak kami baru saja melahirkan dirumah, makanya kami cepat-cepat panggil ibu bidan. Tapi ketika ibu bidan itu datang kerumah kami, ternyata ibu bidan langsung menolak tidak mau mengurusnya. Alasannya, anak kami kena penyakit menular. Selain itu, bukan hanya menolak memberikan pelayanan, tapi juga kalau mau ditangani harus membeli obat dengannya, dengan nilai Rp. 3 juta. Kami berusaha menunjukkan kartu BPJS, namun kartu tersebut dianggap bidan tidak berlaku lagi untuk pasien bersalin,” kenangnya.

Ini Pengakuan Bidan

Menanggapi hal tersebut, sang bidan yang berinisial Sl, ketika dikonfirmasi awak media menjelaskan. Pihaknya tidka menolak pasien, melainkan telah memberikan pelayanan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan standar aturan yang berlaku serta sesuai etika medis yang telah ditentukan.

“Masalah warga yang melahirkan itu, sudah kita bantu sesuai dengan tahapan SOP. Bahkan, pada saat kami datang ketempatnya, malah kami sempat di usir mereka. Kemarahan mereka itu, lantaran kami bilang agar ibu yang melahirkan itu di beri Vaksin. Kemudian Vaksin itu, silahkan mereka beli sendiri dengan harga senilai Rp. 3 juta. Namun sangat disayangkan, mereka beranggapan lain terhadap kami,”jelas Bidan.

Pasien Melahirkan, Pada Dukun Beranak

Bidan pun membeberkan, sebenarnya warga itu masih dalam keadaan hamil, selalu rutin melakukan pengecekan dengan bidan desa dan bidan yang bertugas di puskesmas Gunung Alam. Namun sayangnya, saat dia melahirkan, warga itu justru meminta bantuan dukun beranak, dan tidak memberitahukan kepada petugas atau bidan setempat.

“Warga itu sudah dua hari melahirkan. Semestinya, sewaktu hari dia melahirkan itu, langsung memberikan kabar dengan kami, tapi malah mereka meminta bantuan kepada dukun beranak,” elaknya.

Disinggung, bahwa sang bidan pernah menuding warga tersebut mengidap penyakit menular. Sl tidak membantahnya, ia pun mengaku hasil pengecekan rutin pihak petugas kesehatan Puskesmas Gunung Alam, terhadap warga tersebut. Jelas, mengidap penyakit menular, yaitu sejenis penyakit Hepatitis.

“Memang, kami memberi saran dengan mereka, agar sebelum melahirkan mereka membawa ibu itu kerumah sakit. Karena, dari hasil LAB pihak petugas kesehatan, ibu itu jelas-jelas mengidap penyakit menular. Yakni, mengidap penyakit Hepatitis,” tutupnya.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment