Berikut Capaian DPPPA Bengkulu Utara

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Evaluasi capaian kinerja Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Bengkulu Utara meliputi sosialisasi dan angka pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Berikut diantaranya, capaian indeks pembangunan gender di Bengkulu Utara mengalami peningakatan yang cukup signifikan, yakni dari angka IPG Tingkat Kabupaten dalam kurun waktu 2017-2019 telah meningkat dari 91 pada tahun 2017 menjadi sebesar 91,25 pada tahun 2019. Kemudian, kasus kekerasan terhadap perempuan mengalami penurunan mulai dari tahun 2017 hingga 2019, yakni Tahun 2017 ditemukan 30 kasus, dan Menurun menjadi 23 kasus pada tahun 2018. Terjadi penurunan kasus kekerasan terhadap perempuan Sejak Tahun 2017. Selanjutnya, Jenis Kekerasan terhadap Perempuan yang paling banyak terjadi Kab. Bengkulu Utara adalahPelecehan Seksual dan Pencabulan, dengan persentase kasus mencapai 66,6%. Untuk kasus pengaduan anak berdasarkan klaster perlindungan anak juga mengalami penurunan, dimana tahun 2017 berada diangka 20, untuk tahun 2019 sudah menurun diangka 7 kasus.

Sejauh ini, Visi Pembangunan Daerah Tahun 2017-2019 “TERWUJUDNYA KEADILAN DAN KESEJAHTERAAN GENDER, PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK. Tugas dan fungsi Dinas PPPA mendukung pencapaian unsur visi Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian yaitu terciptanya kondisi Kesetaraan Gender, KeadiLan Gender, Perlindungan Perempuan, Pemenuhan Hak Anak.

Kepala Dinas PPPA Bengkulu Utara Amra Juita menuturkan, ia berharap di Bengkulu Utara dapat menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat Bengkulu Utara, khususnya bagi perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan. Bagi Amra, pemberantasan kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi salah satu ukuran keberhasilan pembangunan daerah.

“Mudah-mudahan perjalanan panjang DPPPA BU menyelenggarakan layanan ini akan berujung pada sebuah kinerja layanan prima untuk masyarakat, khususnya perempuan dan anak sebagai korban, karena hari ini ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya berapa banyak yang bersekolah, berapa banyak yang mendapat pekerjaan, tapi juga berapa banyak angka kekerasan bisa tertangani dengan baik oleh pemerintah,”ujarnya.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment