RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Selasa pagi (25/9) sekitar pukul 09.10 WIB didepan Kantor Bank BNI Cabang Arga Makmur mendadak heboh dipenuhi warga. Pasalnya, salah satu warga desa Karang Anyar II Kecamatan Arga Makmur Bengkulu Utara Sutarno (47), bersama sang istri mengamuk meminta pertanggungjawaban kepada Dea pemimpin Bank BNI Arga Makmur yang diketahui istri dari salah satu anggota DPRD Lahat berinisial Ri yang merupakan pemilik salah satu perusahaan transportasi PO Bus Sriwijaya, yang disebut telah merenggut lengan kiri Sutarno hingga mengalami pembusukan tanpa adanya pertanggungjawaban.
Pantauan awak media dilapangan, Sutarno bersama sang istri berteriak meminta agar Dea keluar dari kantor Bank BNI Arga Makmur menemuinya diluar dan memberikan perikemanusiaannya atas apa yang sudah menimpanya, yakni luka ditangannya yang terus membusuk tanpa sembuh dan berdampak ia selaku kepala rumah tangga tidak dapat mencari nafkah untuk anak dan istrinya.
Jeritan Sutarno dengan isak tangis sang istrinya, tidak membuat Dea luluh keluar dari Bank BNI. Upaya Sutarno bersama sang istri pun berujung menjerit yang menjadi tontonan warga sekitar. Bahkan para pengguna jalan, jadi menghentikan kendaraannya yang penasaran atas kejadian yang terjadi. Alhasil mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, pihak Bank BNI Arga makmur mendatangkan sejumlah personil Mapolres BU guna mencari solusi atas kejadian ini.
Kepada awak media, Sutarno mengaku hanya ingin menuntut prikemanusiaan dari pihak PO Sriwijaya, namun mengingat perusahaan tersebut jauh berada di wilayah Lahat Sumatra Selatan, ia pun tidak bisa mendatanginya sehingga terpaksa mendatangi istri dari pemilik perusahaan untuk membantunya. Mengingat, luka yang ia derita pada lengan tangan sebelah kiri sudah membusuk tanpa penanganan medis apapun.
“Kami hanya menuntut prikemanusiaan dari pihak perusahaan, karena sejak kejadian kecelakaan yang melibatkan bus PO Srijaya yang ia tumpangi di Lahat, hingga saat ini kami belum sama sekali mendapatkan konpensasi apapun dari pihak perusahaan transportasi tersebut. Sementara, akibat kejadian itu, saya selain menderita luka yang tidak kunjung sembuh, nafkah anak istri saya juga hingga saat ini terkatung-katung,” ujarnya.
Ia pun menjelaskan, kejadian kecelakaan itu terjadi sekitar sebulan yang lalu tepatnya pada tanggal 27 Agustus 2018, dimana ia bersama dengan istri menumpangi bus PO Sriwijaya dengan membeli tiket resmi mengalami kecelakaan hebat yang membuat lengan kanannya hancur lantaran tertimpa dan terseret oleh bus. Dalam kecelakaan tersebut sambung Sutarno, ia sudah menjalani pengobatan selama sebulan namun hingga saat ini belum ada bantuan apa apa dari pihak perusahaan milik anggota DPRD Lahat yang merupakan suami dari pimpinan cabang Bank BNI Arga Makmur ini.
“Akibat Bus Sriwijaya yang ditumpanginya mengalami kecelakaan di Lahat tujuan Palembang beberapa bulan yang lalu. Sejak kejadian itu tidak ada bantuan apapun dari pihak perusahaan. Daging pada lengan saya saat ini kian membusuk. Saya sudah sebulan berobat, dimana beberapa Rumah Sakit, mulai dari Lahat hingga Palembang menyarankan amputasi, namun karena merasa tulang saya tidak apa-apa, saya bersikeras tidak mau di potong,” ungkapnya.
Ironisnya, Sutarno juga mengatakan. Pihak perusahaan anggota DPRD Lahat ini pasca kejadian hanya mengutus utusan datang kerumah, melihat tanpa memberikan bantuan materi apapun.
“Aku butuh uang untuk berobat, mendatangi Dea yang merupakan istri Ri. Yang kami sayangkan, justru menerima tanggapan yang kurang menyenangkan. Padahal, kami datang baik baik, namun justru mendapatkan respon yang kurang baik dari ibu Dea istri dari pemilik perusahaan transportasi tersebut,” bebernya.
Sejauh ini, Sutarno tidak berharap banyak mengingat ia saat ini tidak bisa beraktifitas seperti biasa akibat kejadian ini, menginginkan bantuan meskipun sedikit untuk berobat, yang paling tidak hingga ia sembuh dan dapat beraktifitas seperti biasanya. Sementara untuk berobat sendiri, ia mengakui sudah menghabiskan uang sebesar Rp 20 Juta yang merupakan bantuan dari phak Jasa Raharja. Namun itu semua tidak cukup, dan hingga saat ini kondisi lengan kanannya belum juga kunjung sembuh.
Menyikapi kejadian ini, pihak Kepolisian yang terjun ke lokasi kejadian ketika dikonfirmasi awak media mengatakan. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Bank BNI Arga makmur dalam hal ini ibu Dea yang diketahui merupakan Pimpinan Cabang dari Bank BNI Arga Makmur ini. Berdasarkan hasil koordinasi, pihak Dea mengaku kaget akan kejadian ini, yang mana ia sendiri tidak mengetahui kejadian yang menimpa pihak Sutarno, meskipun ia mengakui pemilik perusahaan transportasi PO Sriwijaya merupakan suaminya yang juga seorang anggota DPRD Lahat.
“Kalau dilihat dari kejadian ini, ibu Dea juga korban. Mengingat ia selaku pimpinan atas adanya keributan didepan kantor yang ia pimpin, telah mengganggu ketenangan nasabah Bank yang tengah bertransaksi. Namun demikian, ibu Dea pun berjanji akan membantu dan menyarankan agar Sutarno dibawa ke RSUD guna mendapatkan pertolongan atas luka yang menimpa lengan kirinya. Sementara bantuan lainnya, ibu Dea juga berjanji akan mengkomunikasikan dengan pihak managemen perusahaan suaminya tersebut, agar bertanggungjawab,” tutur Aiptu Mulyanto yang ditemui awak media di lokasi kejadian.
Sementara itu, Pimpinan Bank BNI Arga Makmur Dea ketika ditemui, hal senada juga diungkapkannya dihadapan awak media. Dikatakan wanita yang biasa di panggil Upik Dea ini mengungkapkan, sebenarnya kejadian ini ia tidak pernah tahu dan terlibat, mengenai cerita ibu itu yang merupakan korban pihak bus Sriwijaya, yang mengalami kecelakaan di Sumatera Selatan, salah alamat datang berteriak ke sini (Kantor Bank BNI,red).
“Kayaknya Sutarno dan istrinya datang kesini, meminta pertanggungjawaban dan pengobatan yang saya sendiri tidak tahu, itu sepertinya salah alamat. Memang saya ini istri dari Ri pemilik perusahaan PO Sriwijaya, namun saya nggak tahu menahu ceritanya seperti apa. Karena emosi sudah tidak terkontrol, sampai akhirnya mengundang masyarakat berkumpul didepan kantor saya, saya terpaksa meminta tolong pihak Kepolisian guna membantu mengendalikan situasi didepan kantor saya,” jelasnya.
Sejauh ini, dirinya sudah menyarankan kepada pihak Sutarno agar langsung berkomunikasi dengan managemen PO Sriwijaya, karena kejadian yang menimpa Sutarno tidak ada sangkutan dengannya.
“Saya sudah menyarankan agar pak Sutarno langsung berkomunikasi dengan pihak managemen PO Bus Sriwijaya ini. Sebenarnya saya juga korban, atas kejadian ini akhirnya jadi ramai dan nasabah di bank jadi terganggu kenyamanannya untuk bertransaksi, makanya saya klarifikasi kebenarannya, supaya hal seperti ini tidak terulang lagi,” sambungnya.
Namun demikian, dirinya atas nama pribadi secara kemanusiaan akan menyampaikan langsung dengan pihak managemen suaminya tersebut, guna seterusnya menjadi tanggungjawab pihak bus terhadap pak Sutarno.
“Saya selaku istri Ri, akan mengkomunikasikan dengan pihak Sriwijaya atas hal ini, agar segera menindaklanjuti apa yang menjadi tanggungjawab mereka,” tutupnya.
Pantauan dilapangan, Sutarno dan istri akhirnya berkenan di ajak berobat ke RSUD Arga Makmur meninggalkan lokasi Bank BNI Arga Makmur, setelah adanya kejelasan dari pihak Kepolisian yang sudah berkomunikasi dengan pihak Dea BNI, guna pengobatannya lebih lanjut yang juga akan dibantu pengurusannya kepada pihak Asuransi Jasa Raharja, mengingat luka yang dialami korban merupakan cacat seumur hidup. Dapat dipastikan, konpensasi dari pihak Jasa Raharja penuh sebesar Rp. 25 Juta yang saat ini hanya tinggal separuhnya saja.
Laporan : Redaksi

