Ortu Korban Dugaan Pelecehan Seksual Sempat Menaruh Curiga, Lantaran Putrinya Kerap Dipanggil Mendadak

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Terkait dengan kasus asusila dugaan pelecehan seksual yang melibatkan oknum Ketua Panwaslu Kecamatan di Kabupaten Bengkulu Utara (BU) berinisial Iw, dengan Ln yang merupakan eks staf bawahannya dikantor Panwaslucam Arga makmur. Rupanya, orang tua korban Rusmidiyanto bersama istri sudah menaruh curiga atas perubahan kebiasaan putrinya sehari-hari dalam menghadapi masalah ini. Dimana, putrinya kerap dipanggil ke kantor mendadak, sementara saat ini belum masuk musim pemilu.

Bagaimana tidak, kepada awak media ketika disambangi dikediamannya di desa kuro Tidur Kecamatan Arga Makmur BU, Rusmidiyanto menceritakan. Dirinya dan istri sudah sempat curiga, pasalnya putrinya kerap dipanggil mendadak oleh bosnya yang tidak mengenal waktu. Padahal waktu itu merupakan bulan puasa, dan tentunya sangat aneh jika ada staf bawahan yang diporsir tidak mengenal waktu dalam bekerja.

” Kami sudah curiga dengan anak kami, kenapa kerap dipanggil mendadak ke kantor. Padahal saat ini bukan musim pemilu, kesibukan apa hingga kerap dipanggil mendadak. Sempat kami tanya ke Ln, namun jawaban Ln tidak ada apa-apa yang menunjukkan ekspresi wajah tengah menutupi masalah yang ia hadapi,” ujarnya.

Kecurigaan ini semakin menjadi, ketika putrinya sering pulang telat. Ditambah lagi, panggilan mendadak atasannya yang diketahui saat ini sudah dilaporkan telah melakukan perbuatan tidak senonoh pada putrinya tersebut.

” Pernah putri saya dihubungi oleh bosnya pada pukul 10 malam, agar segera ke kantor. Namun beruntungnya saat itu, kami menahannya karena waktu sudah menunjukkan larut malam,” bebernya.

Terakhir yang membuat Rusmidiyanto tidak lagi dapat berfikir, dan berprasangka bahwa putrinya tengah menghadapi masalah besar, ketika ia dan istri menyambangi kantor Panwaslucam Arga Makmur, dimana saat itu salah satu karyawan mengungkapkan bahwa putrinya sudah tidak lagi bekerja di kantor Panwaslucam Arga Makmur. Namun sayangnya, setiap kali ditanya kenapa berhenti bekerja, putrinya selalu menutupi masalahnya hingga akhirnya terbuka masalah tersebut yang didapati dari kuasa hukum putrinya, yang mendatangi kediamannya dan menceritakan semua kejadian dan masalah yang tengah dihadapi oleh putri sulungnya tersebut.

” Kami sangat menyesalkan kejadian ini, jika memang kejadian ini benar, sepenuhnya kami menyerahkan kepada kuasa hukum dan pihak Kepolisian bagaimana baiknya. Karena setelah mendengar pengakuan putri kami, sempat ada rasa marah yang berkecamuk didalam diri, yang tidak menyangka putrinya telah menjadi korban pelecehan seksual dengan diancam denagn tudingan pencurian hanya karena sebuah ponsel,” tutupnya dengan sedih.

Berita terkait :

https://rubriknews.com/asbun-bawa-malapetaka-klarifikasi-dugaan-pelecehan-seksual-berujung-somasi/

https://rubriknews.com/polisi-resmi-terima-pengaduan-korban-dugaan-pelecehan-seksual-oleh-oknum-ketua-panwaslucam/

https://rubriknews.com/corengi-lembaga-oknum-ketua-panwaslucam-ngaku-ke-atasan-dugaan-cabul-ada-unsur-dendam/

https://rubriknews.com/dituding-ngajak-bobok-bareng-berikut-bantahan-oknum-ketua-panwaslucam/

https://rubriknews.com/sst-dituding-lakukan-pelecehan-seksual-oknum-ketua-panwascam-akan-dipolisikan/

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment