RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Meskipun saat ini, musim proyek sudah mulai didepan pintu. Namun, sejauh ini khusus untuk di Kabupaten Bengkulu Utara (BU) berdasarkan informasi dari pihak Kelompok Kerja (Pokja) Unit Layanan Pengadaan (ULP) BU, baru Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) BU saja yang sudah memasukkan berkas kegiatan untuk dilelang. Sementara OPD lainnya, belum satupun yang siap untuk menggelar kegiatan pembangunan di BU. Namun ironisnya, meski belum ada yang mengajukan berkas ke ULP, ada pengakuan salah satu kontraktor yang mengatakan semua paket proyek kegiatan nyaris di seluruh OPD di BU, telah habis terbagi. Bagaimana bisa?.
Hal ini diakui oleh salah satu Kontraktor yang meminta namanya di inisialkan, sebut saja Al. Al yang mengaku memiliki 4 perusahaan ini, telah berkeliling ke seluruh OPD untuk mengajukan empat perusahaannya, agar dapat menjalankan paket proyek kegiatan di lingkungan Pemkab BU. Namun sayangnya, usaha yang ia lakukan tidak membuahkan hasil, dimana semua OPD yang ia datangi mengaku semua paket proyek kegiatan telah habis terbagi. Sehingga, apa yang diinginkannya tidak dapat diakomodir.
” Aneh, masa iya berkas lelang belum masuk ke ULP, semua paket kegiatan di BU ini telah habis terbagi ke perusahaan pemenang. Apa ini bisa dibenarkan?,” ungkapnya kepada awak media dengan nada kesal.
Dalam perjalanannya menjajakan empat perusahaan miliknya yang bergerak dibidang kontraktor ini, iapun juga mendapati adanya istilah ” Kue Telah Terbagi”. Hal ini menimbulkan tanda tanya?, baginya ia sedikit memahami pengertian dari kue telah terbagi ini diartikan dengan pembagian pekerjaan dibidang kontruksi di Pemkab BU telah terbagi habis. Namun yang menjadi pertanyaannya, bagaimana kue itu bisa habis terbagi sementara lelang saja belum dilaksanakan, apalagi pekerjaan?.
” Saya harap ini menjadi perhatian Bupati BU, agar dapat membagi semua kue ini kepada semua pengusaha kontraktor yang ada di BU. Mengingat, pengsaha yang bergerak dibidang kontraktor di BU ini cukup banyak, dan semuanya jelas mmeiliki perusahaan. Untuk itu, istilah kue sudah habis terbagi ini dapat ditarik kembali dan dibagi rata semua pekerjaan proyek yang ada di BU ini kepada kami yang belum sama sekali mendapatkannya,” tandasnya.
Disisi lain, Ketua Pokja ULP BU Ali Wardana dikonfirmasi awak media, tidka menampik bahwa berkas pengajuan untuk lelang kegiatan dari sleuruh OPD yang ada di Kabupaten BU ini, baru Disnakertrans saja yang telah rampung menyelesaikan seluruh persyaratan lelang, sementara yang lainnya hingga saat ini belum masuk.
” Baru Diasnakertrans saja yang sudha masuk dan telah melengkapi kekurangan berkasnya, untuk OPD lain kami belum menerima sama sekali. Kemungkinan dalam waktu dekat, kami akan sibuk lantaran OPD lain akan menyusul secara berbarengan memasukkan berkas persyaratan untuk lelang,” singkatnya.
Laporan : Effendi

