H-15, Pekerjaan PTM Baru 60 Persen

RubriKNews.com, LEBONG – Bulan Desember Tahun 2017 ini, hanya tinggal menyisakan waktu 15 hari untuk seluruh kegiatan yang menggunakan anggaran APBD Tahun 2017. Ironisnya, satu kegiatan di Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Perdagangan Kabupaten Lebong yakni pembangunan Pasar Tradisional Modern (PTM) terancam tidak selesai. Pasalnya, pengerjaan kegiatan ini baru selesai sekitar 60 persen. Sementara dalam kontrak, waktu pengerjaan hanya menyisakan hari dimana kontrak habis pertanggal 30 Desember 2017.

Dikonfirmasi, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindag Lebong Drs Achmad Gazali melalui Kabid Koperasi, Perindag Azhar,SH, mengelak jika kegiatan ini terancam tidak selesai. Dimana pihaknya optimis, jika pengerjaan PTM dengan dana dari Pemerintah Pusat senilai Rp 6 M tersebut, dapat selesai tepat waktu, meskipun ia mengakui saat ini pengerjaan baru mencapai 60 persen.

” Persentase pengerjaan PTM sudah 60 persen, saat ini sudah tahap pemasangan atap PTM,” ujar Azhar.

Terkait apakah pembangunan PTM selesai tepat waktu ataukah tidak? Azhar mengatakan tinggal teknis dari pihak kontraktor untuk menyiasati seperti apa, agar penyelesaian PTM bisa sesuai jadwal yang ditetapkan.

” Kami tidak bisa mengatakan selesai atau tidak, karena tenggat waktu masih sekitar 15 hari lagi sampai batas waktu penyelesaian per 30 Desember nanti. Yang jelas, kami tetap optimis tahun ini PTM bisa selesai tepat waktu,” kata Azhar.

Keoptimisan akan pembangunan PTM tepat waktu, lanjut Azhar lantaran saat ini menurut informasi yang didapatkannya. Kontraktor menambah jumlah pekerja, dari jumlah sekitar 30 orang pekerja menjadi 60 pekerja.

” Itu artinya, pengerjaan mereka (pekerja,red) digeber,” bebernya.

Adapun, fasilitas yang bakal disediakan di PTM tersebut, seperti Ruang Ibu Menyusui, mushola, WC, Kantor UPTD Pasar, lahan parkir dengan 200 los pasar sayur yang disediakan bagi penjual.

” Untuk itu, Azhar berharap dengan dibangunnya PTM ini menjadi kebangaan bagi masyarakat Lebong, lantaran dalam pembangunannya berasal dari dana DAK Kemendag RI dengan ornamen PTM yang bentuknya sama, hanya berlantai satu,” imbuhnya.

Laporan : Apri
Editor : Effendi

Related posts

Leave a Comment