RubriKNews.com BENGKULU UTARA – Sepak terjang Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kabupaten Bengkulu Utara (BU), sejauh ini masih terkendala dana, dimana berdampak pada terhambatnya sosialisasi, penyelidikan hingga penindakan. Untuk itu, satgas yang dibentuk pada bulan Februari Tahun 2017 ini, membutuhkan dana sejumlah Rp. 1 Milyar, agar dapat eksis menindak Pungutan Liar (Pungli) yang ada di BU. Hal ini sebelumnya diakui oleh Ketua Satgas Saber Pungli BU Kompol Eko Sisbiantoro, S.Ik kepada awak media.
” Kita sebenarnya, mau melangkah lebih jauh untuk menindak banyaknya dugaan pungli yang ada di BU. Namun bagaimana mau bergerak, jika dari sisi anggaran kita tidak memadai. Harapan kami tahun 2018 ini, kita dapat tambahan dana, jika ditaksir kita membutuhkan anggaran 1 Milyar, untuk menjalankan mulai dari sosialisasi hingga penindakan,” ujarnya.
Baca berita terkait :
https://rubriknews.com/pejabat-asn-bengkulu-utara-terjaring-ott/
https://rubriknews.com/pungli-menjamur-hanya-jadi-tontonan-satgas/
https://rubriknews.com/satgas-mulai-respon-menjamurnya-pungli/
Hal ini juga tidak dibantah oleh Wakil Ketua II Satgas Saber Pungli BU Inspektur Inspektorat BU Dullah, SE, dimana dana yang dibutuhkan bukan hanya untuk pekerjaan dalam menindak pungli, tapi juga untuk membayar honor serta biaya operasional. Sementara jika ditambah dengan kebutuhan penyelidikan serta penindakan, ia tidak menampik membutuhkan dana 1 milyar untuk tahun 2018 ini. Namun tahun ini, Dullah mengakui bahwa anggaran untuk satgas bentukan Presiden ini, hanya disetujui untuk tahun 2018 setengah dari yang dibutuhkan.
” Dana segitu, kita paling hanya dapat mengakomodir untuk sosialisasi, perjalanan dinas dan lainnya. Sementara untuk penindakan, kemungkinan masih akan dikomunikasikan terlebih dahulu, seperti apa nantinya, kita lihat saja,” singkat Dullah.
Laporan : Effendy

