RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Rumah Sakit (RS) Hanna Charitas Bengkulu Utara, menangani limbah sampah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3), yang dihasilkan melibatkan dua perusahaan sekaligus. Dalam hal ini, kedua perusahaan tersebut juga sebagai pihak ketiga dalam hal pengangkutan. Hal ini jelas guna terkait limbah B3, menjadi perhatian penuh. Sehingga, dua perusahaan yang dilibatkan itu memiliki fungsi kontrol yang berbeda.
“Terkait masalah limbah B3, menjadi perhatian penuh kami (pihak Rs Hanna Charitas,red). Dengan melibatkan, dua perusahaan berbeda sekaligus, yakni perusahaan pengangkutan dan pemusnahan limbah,” ujar Direktur RS Hanna Charitas dr. Antonius Yulianto.
Ia pun membeberkan, kedua perusahaan yang dilibatkan tersebut diantaranya. Untuk perusahaan pengangkutan limbah B3, ia bekerjasama dengan PT. Bio Teknikal yang bermarkas di Surabaya. Selanjutnya, untuk perusahaan pemusnahan sampah B3 RS Hanna Charitas melibatkan PT Wastek yang berada di Jakarta.
“Mulai dari pengangkutan hingga pemusanahan, limbah sampah B3 itu sendiri, prosesnya dilakukan dengan sangat hti-hati dengan pengamanan tingkat tinggi. terlebih, pengangkutan sampah ke tempat penyimpanan sementara, pengemasan ke dalam plastik warna kuning, itu menggunakan alat pengamanan,” bebernya.
Dalam prosesnya juga, lebih jauh Antonius membeberkan. Setiap saat, selama masa penyimpanan pihaknya selalu melakukan pengecekan, guna menghindari adanya kebocoran. Sementara, selain melaksanakan aturan regulasi yang sudah tertuang dalam Kementrian LHK.
Penerapan yang bekerjasama dengan pihak ketiga, juga tergantung dengan berat sampah di tempat penyimpanan, yang mana tidak boleh lebih dari 200 Kg. Apabila sudah mencapai batas berat maksimal, pihaknya segera menghubungi pihak ketiga, untuk melaksanakan proses pengangkutan.
“RS Charitas, tidak menentu kapan waktunya mencapai berat 200 Kg sendiri, biasanya kisaran waktu dua minggu bahkan hingga satu bulan lamanya tergantung, banyaknya pengunaan alat dan obat di pelayanan kesehatan RS Hanna Charitas,” tutupnya.
Laporan : Yedi
Editor : Redaksi
Ralat : telah terjadi kesalahan penempatan photo. Kepada, nama dan gambar yang disebutkan, kami redaksi RubriKNews.com, memohon maaf.

