Sikapi Klarifikasi Kepsek SDN 033 BU, Para Guru Bakal Penuhi Panggilan Dispendik Dan Polda

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Terkait adanya laporan di Mapolda Bengkulu atas aksi dugaan penzoliman yang dilakukan oleh Kepala Sekolah 033 Bengkulu Utara (BU) berinisial ha, terhadap para gurunya. Dimana, pihak Dispendik Bengkulu Utara sudah mendapatkan klarifikasi Kepsek yang membantah semua tudingan. Para guru yang ikut melapor ke Polda, siap memberikan keterangan serta pembuktian atas klarifikasi bantahan oknum kepsek tersebut. Yang mana, semua yang dilaporkan sudah dilampirkan berikut buktinya, yang akan di sampaikan kepada pihak Dispendik Bengkulu Utara. Hal ini disampaikan oleh, Susi Aprianti selaku guru yang miris melihat kondisi di sekolah tempat ia mengajar kepada awak media, Minggu (7/6).

“Saya sedikit terkejut dengan penyampaian Kasi SD Dispendik BU, yang menerima begitu saja klarifikasi serta bantahan atas apa yang sudah kami laporkan ke Mapolda Bengkulu. Besok Senin (8/6), kami akan memenuhi panggilan pihak Dispendik BU guna menyampaikan yang sebenar-benarnya apa yang menjadi permasalahan disekolah selama ini,” ujar Susi yang didampingi oleh Lena yang merasa tanda tangannya di palsukan.

Dalam hal ini, Susi berjanji akan membeberkan semua permasalahan disekolah. Kendati dirinya termasuk guru baru pindahan dari sekolah SD 188, namun pihaknya sudha menerima semua informasi dari para guru yang menjadi korban dugaan penzoliman yang dilakukan oleh Kepsek. Tidka hanya itu, pihaknya siap membongkar juga, bahwa Kepsek dalam hal melancarkan aksinya disekolah ini juga dibantu oleh operator sekolah yang berinisial Yu. Dimana, operator sekolah ini disinyalir banyak sekali memainkan data serta merugikan para guru di sekolah ini.

“Oknum kepsek kami ini, tidak bekerja sendiri, dia kami duga dibantu oleh operator sekolah dalam menjalankan semua aksinya yang dinilai merugikan banyak pihak,” bebernya.

Operator Diduga, Mainkan Data Dapodik

Susi pun membeberkan kepada awak media, ketika ditemui menyebutkan bahwa dirinya juga sempat menjadi korban permainan operator sekolah. Yang mana, data kepindahannya dari SD 118 sempat di permainkan oleh operator sekolah. ironisnya lagi, operator sekolah ini menariknya yang memiliki SK sebagai operator, namun anehnya memiliki jam mengajar di kelas III SD 033. Padahal, ia nyaris tidak pernah datang ke sekolah. mengerjakan input data para guru saja, ia lakukan dari rumah.

“Saya sendiri sudah mengalami korban dari operator sekolah ini. Kami harap, kepada pihak Dispendik BU, segera melakukan audit kinerja terhadap operator sekolah ini, karena benar-benar dinilai sudha merugikan orang banyak atas ulahnya, dalam hal ini kami yakin apa yang dilakukannya atas seizin kepala Sekolah,” jelasnya lebih jauh.

Disisi lain, kembali ke pokok masalah yang akan disampaikannya kepada pihak Dispendik atas materi laporan ke pihak Mapolda Bengkulu. Susi menjelaskan, apa yang diungkapkan oleh pak Sugeng dalam hal dugaan pemalsuan tanda tangan, itu patut menjadi evaluasi, karena pihaknya akan membuktikan jika tanda tangan yang ada di SPJ untuk belanja tambahan jam mengajar kelas VI, untuk pemantapan persiapan ujian, sesuai dengan Surat Penugasan nomor 900 / 12 / SDN-033 / BU / 2019 tanggal 02 Februari tahun 2019, itu palsu. Mengingat, yang tertera menandatangani itu bernama lena, mengaku dan siap mempertanggungjawabkan bahwa dirinya tidak pernah menandatangani SPj itu. Terlebih lagi, tanda tangan itu, berbeda dengan tanda tangan yang dimiliki oleh guru yang bernama Lena ini.

“Kita akan buktikan sama-sama bahwa tanda tangan itu, diduga dipalsukan oleh Kepsek atau Operatornya. Karena, yang bersangkutan Lena, tidak pernah mengaku menandatangani SPJ itu, dan ia siap besok datang ke Dispendik BU membuktikannya, begitu juga di Mapolda Bengkulu,” tandasnya.

Para Guru Minta Kepsek dan Operator Sekolah SDN 033 Bu Diganti

Kemudian, soal transparansi pengelolaan dana BOS di SDN 033 ini, juga patut di evaluasi, mengingat honor yang diterima oleh guru bernama Lena, tidak sampai seperti yang tertera di SPJ. Selanjutnya, jika menjawab apa yang sudah disampaikan oleh Kepsek ke Dispendik, bahwa honor yang tertera di SPj itu untuk tiga orang, sejatinya Rp. 1.080.000 itu jika dibagi 3 orang, tentunya masing-masing menerima Rp.360.000. Sementara, Lena hanya menerima Rp. 100 ribu. Ia pun menyebutkan, guru yang mendapatkan itu bernama ibu Intan dan Erni. Sejauh ini, dirinya tidka mengetahui dua orang guru ini menerima berapa, namun yang jelas guru bernama Lena hanya menerima 100 ribu.

“Yang jelas, kami akan siap buktikan besok di Dispendik BU, tidak hanya aksi dugaan penzoliman ini saja, pemecatan para guru juga bukan hanya dialami oleh Ardi Guru Agama honorer, tapi ada juga guru-guru lainnya yang honorer di pecat. Kami tidak banyak yang diminta, hanya meminta pihak Dispendik BU evaluasi kinerja kepsek serta operator dan menggantinya dengan orang baru di sekolah ini. Ini merupakan aspirasi semua guru, yang mengaku telah mendapatkan perlakuan tidak semestinya,” demikian Susi.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment