Sebut Menang Undian Dari Pertamina, Karyawan Plasma Perusahaan Perkebunan Bengkulu Utara Tertipu Rp. 5 Juta

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Aksi penipuan, yang menyebutkan menang undian, masih terus terjadi, terkhusus di wilayah Kabupaten Bengkulu Utara. Terbaru, karyawan staf gudang plasma salah satu perusahaan perkebunan di Bengkulu Utara, bernama Nur Qolisin tertipu uang sebesar Rp. 5 Juta, lantaran kepincut dengan adanya informasi menang undian, yang menyebutkan dari perusahaan PT Pertamina Persero. Aksi ini terjadi, pada Jum’at (21/8), yang menyebabkan korban mengalami shock berat.

Kepada awak media, aksi penipuan ini terjadi ketika sebelum ia melaksanakan solat Jum’at. Ketika itu, ia mendapatkan kiriman link website dari Pertamina palsu, yang mana saat itu dirinya diminta memasukkan pin. Setelah memasukkan pin, ia mendapatkan semacam keterangan yang bertuliskan Bank Indonesia, dimana menyatakan bukti transaksi transfer dana yang ditujukan kepada Nur Qolisin dengan Nomor rekening 17900011XXXXX. Dimana, transfer dana ini dari perusahaan PT Pertamina Persero sejumlah Rp. 105 Juta dengan mencantumkan biaya pengaktifan sebesar Rp. 9.750.000, dengan jenis transfer Giro.

Hal ini membuat Nur yakin bahwa dirinya telah mendapatkan kiriman uang berupa giro, sehingga ia pun tergiur dengan adanya oknum tidak bertanggungjawab yang menghubunginya, agar mengirimkan uang untuk aktifasi giro tersebut. ALhasil, ia pun mentransfer uang sejumlah Rp. 5 Juta dengan rincian, dua kali transfer pertama Rp. 500 Ribu dan kedua Rp. 4,5 Juta. Merasa janggal dengan ucapan penelpon, ia pun menghadap pimpinannya di perusahaan plasma perkebunan di Bengkulu Utara, berinisial PS. Ketika itu, ia langsung mencdapatkan cercaan, bahwa dirinya telah menjadi korban aksi penipuan. Ia pun langsung shock dengan ucapan dari atasannya tersebut.

“Saya tidak tahu pak, saya kira ini beneran, karena dinilai cukup meyakinkan. Ditambah lagi, pada website Pertamina itu juga menampilkan salah satu gambar seorang polisi dengan pangkat bintang. Tentu saja, ini membuat saya yakin, dan langsung mencoba mentransfer uang untuk aktifasinya,” ujar Nur .

Mendapatkan semprotan dari atasannya, serta wejangan ia pun tersadar telah menjadi korban penipuan. Ketika itu, ia dihadapan awka media mencoba menghubungi penelpon yang telah menghasutnya tersebut, lahsil penelpon masih terus meminta uang kekurangannya dengan dalih untuk aktifasi.

“Saya menyesal pak, kalau memang ini penipuan. Waduh, saya benar-benar rugi, terlebih lagi uang yang saya transfer itu uang minjam dari temen saya. Dengan kejadian ini, saya harap tidak ada korban lainnya yang mengalami seperti saya. Inshaallah saya akan melapor ke Polres BU pak, itu pun atas seiizin dari pimpinan saya pak,” demikian Nur.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment