RubriKNews.com, Memiliki aktivitas yang aktif dan padat membuat sebagian besar orang melewatkan sarapan. Kegiatan yang seharusnya rutin dilakukan ini menjadi hal yang diremehkan. Padahal, melewatkan sarapan dapat memberikan dampak tidak baik pada kegiatan kita dalam satu hari itu. Dampak negatif tersebut berupa hari terasa berat karena tidak ada semangat, kinerja menurun, hingga urusan-urusan pun berjalan tidak lancar. Selain itu, melewatkan sarapan juga dapat berpengaruh pada kesehatan. Padahal, kaum urban Indonesia menghabiskan sekira 11 jam untuk menjalani rutinitas termasuk terjebak dalam kemacetan, yang artinya membutuhkan asupan energi yang lebih tinggi setiap harinya.
“Dari data Angka Kecukupan Gizi (AKG) menunjukkan wanita yang berusia mulai dari 25 hingga 35 tahun membutuhkan kalori sekira 2,150 hingga 2,250 per harinya. Sementara, kaum adam membutuhkan 2,625 hingga 2,675 kalori, lebih banyak daripada wanita,” ucap Dr. Samuel Oetoro, MS, Sp. Gk., ahli gizi, ketika diwawancarai di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, dalam kesempatan peluncuran rasa baru BelVita Breakfast Pisang dan Sereal. Lebih lanjut menurut Dr. Sam, begitu sapaan akrabnya, asupan yang masuk dalam tubuh manusia ketika sarapan begitu penting karena asupan makanan pertama dapat memenuhi 15 hingga 30 % dari kebutuhan gizi sehari-hari. Sehingga, sarapan menjadi awal yang baik untuk memulai dan menjalani hari lebih produktif serta penuh semangat. Tidak hanya itu, sarapan pun dibutuhkan oleh tubuh karena berguna untuk memberikan energi agar aktifitas dapat berjalan lebih semangat dan tidak cepat loyo. Hal tersebut juga dikatakan oleh Dr. Sam.
“Setelah hampir tujuh jam saluran pencernaan beristirahat selama tidur, tubuh membutuhkan asupan makanan untuk menyokong energi agar dapat lebih bersemangat dalam beraktifitas. Untuk itu, sarapan memiliki peranan sangat penting,” ucapnya.
Namun, bukan sembarang sarapan yang dilakukan. Selama ini sebagian besar penduduk Indonesia telah salah kaprah memilih menu untuk sarapan.
“Mengonsumsi nasi putih atau bubur ayam justru dapat membuat tubuh menjadi tidak bersemangat dan mengantuk. Hal tersebut terjadi karena pada saat bangun tidur, keadaan kadar gula darah rendah lalu setelah sarapan dengan makan nasi putih atau bubur ayam, kadar gula darah menjadi naik drastis, tapi kenaikan itu berbanding lurus dengan penurunannya juga. Sehingga, ketika pukul 10 kita seringkali mengantuk dan lemas,”
Dr. Sam Melanjutkan, “Untuk itu, penting bagi seseorang agar mengonsumsi sarapan seimbang di pagi hari yang terdiri dari makanan yang mengandung karbohidrat, protein, serat, vitamin dan mineral. Selain itu, sebanyak 55% dari kebutuhan energi bagi tubuh harus dipenuhi melalui makanan karbohidrat yang berkualitas dan tinggi akan serat” tambahnya.

