RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Ada-ada saja zaman now ini, anak-anak yang terbilang masih bau kencur sudah berani melakukan aksi layaknya orang dewasa, yang memperebutkan seorang wanita. Seperti yang baru terjadi, Senin kemarin (12/2) hanya karena memperbutkan seorang bidadari sekolah yang memiliki paras melebihi anak-anak perempuan lainnya, dua orang siswa terlibat perkelahian yang sempat meluas dengan aksi tawuran dnegan melibatkan dua sekolah sekaligus.
Akibatnya, siswa dan siswi dua sekolah sebanyak 16 orang terpaksa berurusan dengan aparat penegak hukum, guna mendapatkan pengarahan dan teguran keras agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Hal ini dibenarkan Kapolres BU AKBP Ariefaldi Warganegara, S.Ik melalui Kasat Reskrim AKP Jufri, S.Ik yang menuturkan. Bahwa kejadian ini merupakan pukulan telak bagi para orang tua, agar selalu mengawasi anak-anaknya dan memberikan nasehat agar di umur yang masih bau kencur ini untuk dapat fokus belajar, bukannya mmeikirkan pacaran.
” Ini seharusnya dapat menjadi perhatian para orang tua, kejadian yang cukup memalukan dan cukup miris bagi anak seusia mereka ini seharusnya dapat menjadi pembelajaran kepada para orang tua. Karena ini, dapat berakibat dan berdampak ke hal yang ditakutkan. Untuk itu, dihimbau kepada para orang tua agar dapat menjaga dan menasehati anak-anaknya untuk fokus belajar,” imbuh Kasat.
Kasat menjelaskan, kejadian yang cukup patut menjadi perhatian ini yang melibatkan siswa Sekolah Menengah Pertama negeri (SMPN) 50 Desa kali dengan SMPN 36 Dusun Curup Kecamatan Air Besi Kabupaten Bengkulu Utara Provinsi Bengkulu, penyebabnya berawal dari keributan dua siswa yang memperebutkan seorang wanita yang terbilang memiliki paras cantik di salah satu sekolah ini. Karena bersaing, akhirnya dua siswa ini terlibat perkelahian, dan permusuhan yang meluas sehingga melibatkan dua sekolah, yang berujung dengan aksi tawuran.
Menyikapi hal ini, agar permusuhan dua sekolah anak bau kencur ini, pihak Mapolres BU yang dipimpinnya langsung pun terpaksa turun guna mencegah terjadinya, hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari serta tidka meninggalkan dendam. Seluruh siswa yang terlibat tawuran pun, Selasa (13/2) dikumpulkan di Mapolres BU guna mendapatkan arahan dan pembinaan serta teguran keras yang mewajibkan setiap siswa untuk menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa. Dimana, hal ini langsung dihadiri oleh Kepala Sekolah serta beberapa guru dua sekolah ini, serta Kepala desa dan para orang tua murid, agar dapat bersama menjadikan kejadian ini perhatian serius demi masa depan para generasi muda ini.
Laporan : Redaksi

