Pasca Pemilu dan Sambut Ramadhan, Harga Sembako Merangkak Naik Drastis

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Pemilu Legislatif, DPD dan Pilpres telah berlalu, dan saat ini menyambut bulan Ramadhan. Warga Bengkulu Utara, mulai menjerit. Pasalnya, harga bahan pokok sembako yang dijual dipasaran mulai merangkak naik. Ironisnya, kenaikan harga, tidak tanggung-tanggung mulai dari 50 hingga 100 persen. Hal ini menjadi keluhan masyarakat, yang mengharapkan antisipasi dari pemerintah atas lonjakan harga menjelang bulan puasa ini. Hal ini disampaikan, oleh Ita warga Kelurahan Gunung Alam Kecamatan Kota Arga Makmur Bengkulu Utara.

“Iya pak, jelang puasa ini harga bahan pokok, yang biasa menjadi kebutuhan penting mulai naik. Ini sangat memberatkan kami pak, kami harap pemerintah dapat merespon lonjakan harga ini pak,” ujar Ita.

Ita pun mengeluhkan, kenaikan harga yang mencapai 50 hingga 100 persen tersebut. Bagaimana tidak, ia berbelanja di pasar, dimana harga telur yang sebelumnya hanya berkisar 25 ribu, sudah naik mencapai 40 ribu per karpetnya. Kemudian, bawang merah dan bawang putih, ini pun kenaikannya mencapai 100 persen. Selain itu, lonjakan harga juga terjadi pada komponen bumbu dapur lainnya. Ini apa masalahnya, sangat memberatkan konsumen, terlebih lagi ini masuk menyambut puasa.

“Kami sangat berharap sekali, pemerintah daerah dapat merespon ini. Karena, jika kami mengikuti harga kebutuhan hidup, yang semakin mencekik leher ini, mau makan apa kami pak,” keluhnya.

Modal Naik, Pedagang Ikut Menaikan Harga

Sementara itu, peninjauan awak media dilapangan. Beberapa pedagang Pasar Purwodadi Arga Makmur, mengaku kenaikan harga yang cukup signifikan ini, bukan karena kesewenangan pedagang dalam menaikan harga. Melainkan, ini bersumber dari tingginya harga dasar penjual dipasar, yang mengambil bahan pada distributor. Mengenai penyebab tingginya harga dasar ini, kebanyakan pedagang tidak mengetahui, dan hanya bisa pasrah dan menjual apa yang dapat dijual.

“Kami tidak bisa berbuat banyak pak, segitulah harga yang bisa kami jual. Karena, modal kami mengambil kepada distributor juga mengalami kenaikan. Sebenarnya, fenomena ini lumrah menjelang puasa pak. Namun, tetap saja bukan hanya konsumen yang dirugikan dalam hal ini. Kami para pedagang, juga dirugikan. Lantaran, dampak dari kenaikan harga modal ini, pembeli kami menjadi berkurang,” beber, Ijal salah satu pedagang bumbu dapur.

Menyikapi fenomena yang sudah lazim ini, Kepala Dinas Perdagangan Bengkulu Utara, Zulkarnaen, SH, MH ketika dikonfirmasi terkait lonjakan harga ini. Ia pun mengakuinya, pihaknya telah melakukan survei dan telah melaporkan hal ini ke pihak Provinsi. Hal ini dikatakannya, guna untuk mencari solusi akan menyikapi fenomena ini, untuk dapat membantu meringankan beban masyarakat.

“Kami tidak tinggal diam dengan fenomena ini, inflasi harga pasaran ini sudah kami laporkan ke Provinsi. Kendati, kami meskipun dari pemerintah daerah tidak bisa terlalu berbuat banyak. Namun, dari laporan ke Provinsi ini, akan dicarikan solusi serta akan diselidiki, apa pemicu lonjakan harga yang sangat drastis ini,” singkatnya.

Laporan : redaksi

Related posts

Leave a Comment