RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Buruknya dan terkesan pilih kasihnya, pembangunan infrastruktur di periode kepemimpinan Bupati Bengkulu Utara Ir. Mi’an dan Arie Septia Adinata, mulai dikeluhkan masyarakat. Terbaru, sebanyak 11 Kades di wilayah Kecamatan Air Padang, melayangkan surat atas kondisi infrastruktur di wilayah tersebut, yang belum tersentuh pembangunan. Menariknya lagi, masyarakat juga menyebutkan kepemimpinan Mi’an ini, dinilai cukup periode ini saja, lantaran kekecewaan masyarakat atas pembangunan yang terkesan pilih kasih.
Diketahui, 11 Kepala Desa di wilayah Kecamatan Air Padang ini, mulai menyampaikan aspirasi masyarakatnya yang mengeluhkan infrastruktur yang tidak sama sekali tersentuh pembangunan. Dengan ini, mereka melayangkan surat mendesak agar pihak Pemkab Bengkulu Utara menindaklanjuti profosal, yang telah diajukan ke bupati, bappeda, dinas PUPR hingga pihak DPRD Bengkulu Utara.
Kesebelas kades ini, diantaranya. Kades Padang Kala, Kades Arga Mulya, Kades Kembang Manis, Teluk Ajang, Kades Balam, Kades Sukarami, Mesigit, Retes, kades Talang Ulu, Kades Tanjung Aur, Kades Lubuk Mumpo, yang sudah menandatangani surat dengan kop surat atas nama Pemerintah Kabupaten BU Kecamatan Air Padang, dengan nomor surat : 90/PK/VII/2020 perihal, peningkatan jalan hotmix dari desa Padang Kala ke desa Arga Mulya yang ditujukan kepada Dinas PUPR BU dengan ditembuskan kepada Bupati BU, Ketua DPRD, Bappeda, Camat Air Padang serta seluruh insan pers di BU.
Surat tersebut berisi, agar pihak Pemkab BU dapat membangun jalan hotmix, dari desa Padang Kala Kecamatan Air Padang hingga desa Arga Mulya Kecamatan padang Jaya. Dimana panjang volume 4 KM, yang juga dilengkapi dengan fasilitas drainase siring. Mengingat didalam surat tersebut, infrastruktur jalan ini selama 30 tahun belum pernah tersentuh pembangunan. Padahal, jalan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat sebagai penghubung dua kecamatan.
Morten : Tindaklanjuti Profosal Kami
Morten Proshansen, SH.MH mewakili dari Kepala Desa se-Kecamatan Air Padang, kepada awak media mengaku sudah menyampaikan proposal pengajuan perbaikan jalan tersebut. Mengingat akses jalan dari Desa Padang Kala menuju Desa Arga Mulya sepanjang 4 km, serta drainase yang sangat memprihatinkan dalam keadaan rusak parah.
“Sudah 30 tahunan, wilayah kami ini tidak pernah tersentuh pembangunan. Padahal, ini merupakan kepentingan masyarakat dua kecamatan, maka kami minta kepada pihak terkait, untuk memprioritaskan perbaikan jalan ini untuk kelancaran akses masyrakat. Kami harap, pemerintah daerah mesti memprioritaskan pembangunan jalan ini. Karena sudah darurat dan memprihatinkan, jadi pemerataan pembangunan yang dicanangkan Bupati Bengkulu Utara itu sangat kami nantikan. Dan kami berharap, itu bukan hanya wacana,” ujar Morten selaku Kepala Desa Padang Kala kepada awak media.
Senada juga ditambahkan oleh Sumito selaku Kepala Desa Arga Mulya. Bahwa, ia sangat berharap jalan tersebut segera diperbaiki, mengingat akses tersebut merupakan akses utama bagi masyarakat.
“Jalan itu, sangat kami harapkan diperbaiki segera, karena sudah puluhan tahun tidak pernah tersentuh pembangunan. Proposal sudah kami sampaikan dari 11 desa kepada semua dinas terkait, jadi kami minta itu disikapi segera guna kepentingan masyarakat banyak. Karena jalan tersebut, merupakan satu-satunya akses yang sangat berfungsi bagi masyarakat, bila jalan itu bagus, masyarakat dalam berusaha tidak kesulitan lagi,” demikian Morten.
Sulit Percaya Janji Bupati
Sebelumnya, Sekdes Kembang Manis Apriandi, didampingi masyarakat yang ditemui awak media, juga sudah membeberkan keluhan masyarakat ini. Yang mana, saat ini masyarakat diwilayah tersebut menjadi tanda tanya besar dengan kepemimpinan untuk pembangunan periode Mi’an -Arie ini. Pasalnya, saat ini kondisi infrastruktur diwilayah ini sangat memprihatinkan, masyarakat juga sudah setiap harinya bermandikan debu akibat lalu lalang kendaraan.
“Udah bertahun-tahun bang, jalan di beberapa desa sekitar sini, memang nggak pernah tersentuh pembangunan. Terakhir, ada peningkatan jalan Lapen, tahun 2012 silam. Untuk selama masa Bupati Bengkulu Utara Mi’an saat ini, belum ada bang pembangunan. Entahlah, apakah kita masih bisa percaya dengan kepemimpinan Mi’an ini kembali, atau tidak,” ujarnya.
Sejauh ini, masyarakat desa mengaku hanya menerima janji-janji, terlebih lagi janji dari para wakil rakyat yang sudah berganti periode, tidak ada kontribusi terhadap infrastruktur jalan di desa wilayah ini. Selain itu, janji pejabat dinas terkait dan kontraktor, benar-benar dinilai sangat tidak bisa dipercaya. Pasalnya, bukan main kontraktor dan pejabat dinas, menjanjikan untuk memperbaiki kondisi tebing terjal yang ada di desa ini, yang dinilai sangat membahayakan pengguna kendaraan. Namun kenyataannya, hingga saat ini tidak ada realisasi apapun.
“Tahun kemarin, kami lihat ada juga pembangunan infrastruktur jalan, hanya 1,2 Kilo meter, dan itupun berada diruas bagian luar jalan desa. Sementara didalam desa ini, jalannya ibarat negara yang belum merdeka sama sekali. Semestinya, ini menjadi perhatian serius. Dan tolong, jangan hanya meninggalkan janji, terlebih menjelang Pemilu Kepala Daerah Desember ini,” tandasnya.
Laporan : Redaksi

