Kebutuhan Masuk SMA Tembus Angka Rp 3 Juta

RubriKNews.com, BENGKULU UTARAWaw, ternyata fungsi Komite yang bertujuan untuk membantu orang tua wali, yang juga membantu sekolah disinyalir telah disalah gunakan. Hal ini terlihat, sebagai siswa lulusan SMP terancam Droup Out, alias tidak dapat melanjutkan sekolah. Pasalnya, sebagai contoh SMAN 1 Arga Makmur menerapkan beban orang tua wali untuk Siswa baru agar dapat mengikuti pelajaran di SMA, harus mempersiapkan uang tiga juta lebih.
Ironisnya, apa yang disampaikan oleh Ketua Komite SMAN 1 Arga Makmur, dimana beban siswa hanya Rp 2 Juta. Ternyata, faktanya berdasarkan hasil rapat wali murid baru Sabtu 8 Juli 2017, pihak Komite SMAN 1 Arga Makmur menetapkan setiap wali murid siswa baru harus mempersiapkan total anggaran Rp. 3.250.000.
Dimana berdasarkan hasil keputusan rapat wali murid baru siswa SMAN 1 Arga Makmur, yang hanya dihadiri 100 lebih orang tua wali yang ikut rapat dari 240 siswa baru, dimana surat tersebut ditandatangani oleh Ketua Komite Drs. Akmaludin bersama dengan Sekretaris Komite Iptu Haryanto, menyebutkan rincian biaya yang harus ditanggung oleh orang tua wali diantaranya. Poin pertama menyebutkan hasil keputusan rapat ini, berlaku mengikat bagi siswa baru Tahun Pendidikan (TP) 2017/2018, yang disambung poin kedua ditetapkan siswa baru diwajibkan membayar uang komite Rp. 150 ribu, yang masih sama dengan tahun sebelumnya. Kemudian, siswa juga diwajibkan membayar uang kesiswaan sebesar Rp. 400 ribu yang mengalami penurunan Rp. 100 ribu dibanding tahun sebelumnya. Selanjutnya, yang timbul tanda tanya adanya pungutan untuk Bantuan Pengembangan Institusi Pendidikan, yang ditarik per siswa sebesar Rp.250 ribu yang mengalami penurunan Rp. 1 Juta dibanding tahun lalu sebesar Rp. 1.250.000.
Bukan hanya ini saja, mirisnya pungutan yang ditarik oleh pihak komite juga menetapkan biaya Pengenalan Lingkungan Sekolah (PLS) dan kemah blok untuk setiap siswa dengan pungutan Rp. 100 ribu. Selanjutnya, menetapkan biaya Massa Orientasi Peserta didik baru (MOPDB) sebesar Rp. 50 ribu per siswa.
Selanjutnya, hasil rapat ini juga menetapkan kewajiban wali murid dalam pembuatan baju seragam bagi siswa baru TP 2017/2018, yang diserahkan kepada pihak sekolah dengan besaran biaya sebesar Rp. 1.050.000, dimana rincian nya untuk seragam Putih abu-abu dipungut  Rp. 220.000, seragam kotak-kotak Rp. 225.000, seragam pramuka Rp. 225.000, seragam olah raga Rp. 150.000, dan ada juga pembuatan jaket almamater yang harus dibayar Rp 230.000.
Lebih memberatkan lagi, keputusan rapat ini juga pihak komite menetapkan waktu pembayaran tersebut, dilaksanakan semenjak diputuskannya keputusan rapat ini. Dimana pihak Komite, diprioritaskan untuk segera melunasi pembayaran baju seragam. Sementara untuk pembayaran lainnya, yang telah disepakati  mendapat deadline waktu hingga bulan Desember mendatang.
Jika di kalkulasikan, maka setiap siswa baru akan dikenakan pungutan diluar seragam Rp. 2.200.000. Sementara untuk seragam sendiri, setiap siswa harus memberatkan orang tua walinya untuk mengeluarkan uang sebesar Rp. 1.050.000.
Menanggapi hal ini, Sekretaris Komite Iptu Haryanto menjelaskan. Pihaknya sebelum melakukan rapat, telah terlebih dahulu mendapatkan proposal dari pihak sekolah, sehingga dalam rapat menawarkan di akomodir dari komite.
” Sementara dalam rapat, memang ada yang protes kenapa tidak seperti SMP yang tidak lagi memungut uang komite. Yanto menjawab, bahwa wajib belajar yang ditetapkan oleh pemerintah itu belum 12 tahun, melainkan baru sembilan tahun. Sehingga, untuk tingkat SMA, lantaran belum menjadi wajib belajar jadi tetap dilakukan pungutan mengingat kebutuhan sekolah,” ungkapnya.
Ditekankan pria yang biasa disapa Yanto ini, intinya keputusan rapat komite tersebut bukan mutlak komite yang memutuskan, melainkan kembali ke keputusan bersama.
” Dalam rapat tersebut, wali murid setuju semua nggak ada kendala pada saat rapat. Sementara, kami menghimbau bagi orang tua yang keberatan, agar menghadap pihak komite,” imbuhnya.(aer)

Related posts

Leave a Comment