Hiburan Malam Ricuh, Berakhir Ke Polisi

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Hiburan hingga larut malam, saat ini patut menjadi perhatian. Pasalnya, kerap kali terjadi kericuhan, dimana terbaru kericuhan terjadi di desa Tanjung Karet Kecamatan Air Besi Kabupaten Bengkulu Utara (BU) Provinsi Bengkulu, Minggu (5/11) sekitar pukul 01.30 WIB, dengan yang mengaku sebagai korban penganiayaan pada laporannya kepada pihak Mapolres BU, Megiyanto (18) warga desa Gunung Selan Kecamatan Arga Makmur BU, dengan lawannya warga setempat Na dan Ye sebagai terlapor.

Kapolres BU AKBP Ariefaldi Warga Negara, S.Ik melalui Kasat Reskrim AKP Jufri, S.Ik membenarkan kejadian tersebut, yang laporannya sudah masuk. Saat ini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan saksi-saksi, pelapor dan terlapor. Berdasarkan laporan, dijelaskan Kasat. Kejadian ini berawal saat pelapor mendatangi lokasi hiburan organ tunggal didesa Tanjung Karet, saat itu pelapor mengaku tengah berjoged tanpa disengaja terjadi senggolan tubuh dengan saudara Vio. Setelah itu tanpa ia sadari, ia mendapatkan pukulan dari arah belakang dibagian punggungnya, seketika itu pelapor langsung membalas pukulan yang tidak diketahui itu kepada Vio. Melihat adanya aksi saling pukul, datanglah Na dan Ye serta Kawan-kawan lainnya, yang mengeroyok pelapor. Tidak terima dengan aksi pengeroyokan tersebut, pelapor ditemani orang tuanya Nunung Mujianto (43) mendatangi Mapolres BU, guna melaporkan aksi keroyokan ini, yang membuatnya mengalami luka memar dibagian kepala dan kelopak mata sebelah kanan, serta luka lecet dibagian bibir.

” Sementara ini masih ditangani penyidik Mapolres BU, dengan melakukan pemeriksaan saksi-saksi,” ungkap Kasat.

Disinggung, belajar dari pengalaman atas kericuhan yang pernah terjadi di desa tersebut, adanya tawuran yang berawal dari keributan seperti ini, apakah akan ada saran dari pihak kepolisian untuk diadakannya damai secara kekeluargaan, dengan menghadirkan tokoh dua desa serta perangkat desa. Kasat menuturkan bisa terjadi, untuk menghindari kejadian yang sama, didesa yang sama pada hari raya idul fitri beberapa tahun belakang.

” Kita lihat nanti, soalnya kasus ini masih didalami dengan melakukan pemeriksaan pada kedua belah pihak,” tandasnya.

Sementara itu, Kades Tanjung Karet Aryandi ketika dikonfirmasi terkait kejadian ini, juga tidak membantah. Hanya saja, pihaknya menyayangkan kejadian kericuhan ini dapat terjadi, mengingat ini merupakan hiburan keluarga desa Tanjung Karet ini saja. Kendati demikian, pihaknya berharap ini dapat diselesaikan secara damai kekeluargaan, karena antara dua desa ini saling bersebelahan dan yang terkait keributan juga masih adanya hubungan keluarga.

” Kejadian ini sangat tidak kita inginkan, kita akan berusaha dan berharap masalah ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan,” singkatnya.

 

Laporan : Effendy

Related posts

Leave a Comment