Bengkulu Utara Raih Penghargaan Pelaksanaan Penurunan Stunting Terintegrasi

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Giatnya Bengkulu Utara menjalankan Intervensi Penurunan STUNTING Terintegrasi di Propinsi Bengkulu, membuahkan hasil. Bagaimana tidak, dari keseriusan Bupati Bengkulu Utara Ir. Mi’an, terhadap kegiatan yang menyangkut masyarakat kecil ini, meraih 4 penghargaan sekaligus. Yakni, terbaik kinerjanya, terinovasi, terreplikasi dan teraplikatif. Hal ini terungkap, pada Forum Rapat Kerja Penilaian Kinerja Kabupaten /Kota dalam intervensi penurunan stunting terintegrasi di Provinsi Bengkulu, yang mana telah dilakukan penilaian lokus staunting.

“Iya, kita baru saja mendapatkan pujian dan meraih prestasi dalam hal pelaksanaan Intervensi penurunan Stunting Terintegrasi,” ujar Wakil Bupati Bengkulu Utara Arie Septia Adinata, SE yang mewakili Bupati menerima penghargaan tersebut.

Arie pun memaparkan, torehan prestasi kinerja di tahun 2019 ini, dari delapan Aksi Integrasi Penurunan STUNTING, yang dilakukan penilaian adalah sampai dengan aksi ke empat. Dan setelah tahap penilaian ini, akan dilanjutkan pelaksanaan aksi ke lima sampai dengan ke delapan.
Wabup pun menyampaikan permintaan maafnya, atas ketidakhadiran Bupati BU Ir. Mi’an, yang tengah menghadiri acara Ekspos Usulan Perubahan Peruntukan dan Fungsi Kawasan Hutan, dalam rangka revisi RTRW Provinsi Bengkulu di Kementerian LHK.

“Alhamdulillah, Kabupaten Bengkulu Utara mendapatkan prestasi pada empat kategori sekaligus. Yakni, Terbaik Kinerjanya, Terinovasi, Terreplikasi, Teraplikatif, dalam pelaksanaan Intervensi Penurunan STUNTING Terintegrasi. Semoga saja, kedepan, hal ini dapat terus ditingkatkan, sehingga angka stunting di Bengkulu Utara dapat terus ditekan,” imbuhnya.

Integrasi Stunting Selanjutnya, Sebuah Tantangan

Lebih lanjut Arie menambahkan, Pada 4 aksi integrasi berikutnya, merupakan tantangan yang cukup berat bagi Kabupaten Bengkulu Utara, dalam upaya penanganan pencegahan dan penurunan stunting. Karena, stunting merupakan ancaman daerah dan Indonesia. Mengingat, anak stunting tidak hanya terganggu pertumbuhan fisik, tetapi juga pertumbuhan otak dan efeknya. SDM menjadi tidak produktif, yang berdampak pada terganggunya kemajuan daerah dan negara.

“Pemerintah akan terus fokus, untuk menurunkan jumlah permasalahan kekurangan gizi kronis (stunting), yang ada di kabupaten/kota, khususnya di Bengkulu Utara, yang harus diselesaikan secara terintegrasi dengan lintas sektor. Masalah stunting, sudah menjadi perhatian serius Pemerintah,” bebernya.

Arie juga menyampaikan, bahwa mulai ditandatanganinya Surat Pernyataan Komitmen bersama setwapres, yang menangani stunting beberapa waktu yang lalu. Maka, Bengkulu Utara siap melakukan delapan aksi integrasi tersebut, dengan mengedepankan integrasi antar SKPD dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting di Kabupaten Bengkulu Utara.

“Permasalahan stunting adalah masalah multi dimensi, diantaranya mencakup masalah gizi yang kurang, pelayanan kesehatan yang belum optimal, kemiskinan, ketidaktahuan, ketidakpedulian, lingkungan yang kurang baik, belum optimalnya infrastruktur air minum dan sanitasi yang layak, untuk itu. Kita perlu merencanakan dan melaksanakan 8 aksi konvergensi,” demikian Arie.

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment