ASN Bengkulu Utara Keluhkan Sarana Prasarana ATM Bank Bengkulu

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Pasca diberlakukannya system pembayaran non tunai, terhitung tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara sudah menerapkan transaksi non tunai, untuk semua teknis pembayaran atau pengeluaran. Hal ini dikeluhkan, oleh nyaris di seluruh ASN di Bengkulu Utara. Bagaimana tidak, pada awal bulan ini banyak ASN yang terpaksa mengantri di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Bengkulu guna mengambil gaji. Mirisnya, dalam beberapa hari belakangan, setiap ATM Bank Bengkulu yang khususnya di Arga makmur mengalami kerusakan.

Ini tak pelak menjadi keluhan para ASN, lantaran tidak bisa mengambil uang yang merupakan haknya dari Pemkab Bengkulu Utara. Sementara, gaji para ASN ini ditransfer ke rekening Bank Bengkulu, dan itu diwajibkan. Disisi lain, sarana dan prasarana Bank Bengkulu, dapat dikatakan jauh dari memadai.

Disampaikan salah satu ASN yang namanya enggan untuk disebutkan, dirinya sudah beberapa hari ini kesulitan untuk mengambil uang di ATM Bank Bengkulu, selain antrian yang sangat panjang, juga disaat ia mau menggunakan ATM mengalami kerusakan. Ini sangat merugikan, diharapkan pihak Bank Bengkulu lebih mengedepankan pelayanan, terkhusus menyangkut hal ini, dengan system non tunai saat ini.

“Jika kami mengambil melalui ATM Bank lain, atau ATM bersama, pajak untuk pengambilan uang sudah jelas berbeda dan sangat besar. Makanya, kami lebih baik mengambil melalui ATM Bank Bengkulu, karena gaji kami ditransfer ke rekening Bank Bengkulu, dan itu menjadi aturan yang diwajibkan pasca rekening gaji kami, sudah dipindahkan dari Bank BRI ke Bank Bengkulu,” ujar sumber.

Sumber juga sangat menyesalkan, dengan kejadian ATM rusak ketika awal bulan yang merupakan waktunya, para ASN untuk mengambil haknya di rekening. Lebih dikeluhkan lagi, ATM Bank Bengkulu di Arga Makmur ini, sangat disayangkan jika hanya berjumlah tiga unit, diantaranya di Kantor Bank Bengkulu Arga Makmur, kantor Pemkab BU dan RSUD Arga Makmur. Sementara, ASN di kota Arga Mkamur ini mencapai ribuan, apalagi ASN se Bengkulu Utara.

“Masa, sudah menangani gaji ASN, ATM hanya tiga unit di kota Arga Makmur ini. Bagaimana yang diluar kota, jangan-jangan ASN yang berada di pelosok, harus ke tingkat Kecamatan dulu, baru dapat mengambil gajinya. Semoga saja, ini membuka mata pihak Bank agar lebih mengedepankan pelayanannya lagi,” imbuhnya.

BPKAD Sarankan Tingkatkan Saran dan Prasarana

Menanggapi keluhan ASN ini, sebelumnya sempat tidak dibantah oleh Kepala BPKAD Bengkulu Utara Fitriansyah, yang mengakui jika sarana dan prasarana Bank mitra Pemkab Bengkulu Utara ini, masih jauh dari cukup, untuk dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat Bengkulu Utara. Terlebih, saat ini pihak Pemkab sudah menerapkan system non tunai. Semua proses pembayaran, yang dananya dibebankan melalui APBD Bengkulu Utara 2019, sudah berjalan melalui transfer ke rekening, seluruh pengeluaran tidak lagi dibayarkan secara manual atau cash money.

“System non tunai ini, sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 10 Tahun 2016, tentang Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Tahun 2016 dan Tahun 2017, dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 910/1867/S, tentang implementasi Transaksi Non Tunai di lingkungan Pemerintah Kabupaten dan Kota se Indonesia,” ujarnya.

Fitriansyah mengungkapkan, mulai dari pembayaran gaji ASN, honorer, belanja barang dan jasa, belanja modal, Pemkab Bengkulu Utara sudah terapkan sistem transaksi non tunai. Namun ia tidak menampik, jika kendala sarana dan prasarana saat ini yang dinilai belum dapat mengimbangi pemberlakuan system ini.

“Alhamdulillah kita sudah terapkan pembayaran Non Tunai di awal tahun 2019, menyangkut sarana dan prasarana kita tidak bisa berbuat banyak. Mengingat, itu tergantung dengan Bank terkait. Harapannya, ini dapat ditindaklanjuti oleh pihak bank terkait agar memenuhi sarana dan prasarana, agar antrian di ATM tidak terjadi. Dalam evaluasi bersama OPD, kita menemukan berbagai macam keluhan dan persoalan yang disampaikan oleh pejabat pengelola keuangan OPD, salah satu yaitu sarana dan prasarana yang belum memadai. Kita sudah himpun dari persoalan yang disampaikan OPD dari berapa persoalan itu, telah dicarikan solusinya,” imbuhnya.

Baca : Penerapan Pembayaran Non Tunai, BPKAD lakukan Evaluasi

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment