RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Bengkulu Utara (BU), mengelak jika adanya pelanggaran dalam Pemilihan Umum (Pemilu) yang proses pelaksaannya sudah dimulai beberapa bulan lalu, menjadi beban tanggungjawabnya sendiri. Untuk itu, pihak Panwaslu BU mengadakan sosialisasi dimana menjelaskan bahwa beban pemilu milik bersama, baik itu dimulai dari menyusun strategi dan perencanaan pengawasan, pencegahan, dan penindakan yang baik.
” Kami mengadakan sosialisasi hari ini Rabu (22/11), untuk membangun kesadaran demi kepentingan pengawasan hukum, dalam hal Pemilu yang dalam waktu dekat akan dihelat,” ungkap Ketua Panwaslu BU Titin Sumarni, SH.
Titin menjelaskan, sosialisasi partisipatif pemilu legislatif dan pemilu Presiden dan wakil Presiden 2019 mendatang, yang dilaksanakan di Aula Sawah Resto Kecamatan Arga Makmur ini, bahasan utamanya menyangkut peran aktif dalam melaksanakan pengawasan pelaksanaan pemilu. Dimana ia menegaskan, proses pengawasan mulai dilakukan menurut tahapan. Sebagai lembaga yang bertangung jawab melakukan pencegahan dan penindakan, panwaslu menjadi salah satu kunci berlangsungnya tahapan pemilihan umum (Pemilu) yang berintegritas.
” Kegiatan ini sengaja mengundang stekholder, media massa, Lsm, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan organisasi kemasyarakatan lainnya yang ada di BU, agar dapat ikut memikul beban tanggungjawab pada pengawasan pemilu mendatang,” ujarnya.
Lebih jauh Titin menegaskan, tujuan sosialisasi ini sebagai salah satu sistem pencegahan pelanggaran pemilu anggota DPR, DPD, DPRD, serta pemilihan Presiden/Wakil Presiden tahun 2019. Dengan kegiatan ini diharapkan, pengawasan penyelenggaraan pileg dan pilpres bukan saja di bebankan kepada panwaslu tapi seluruh pihak dapat dijadikan mitra kerja.
” Pelaksanaan pemilu 2019 mendatang pada intinya, tidak berbeda dengan pelaksanaan pemilu sebelumnya.
Namun beberapa produk hukum atau aturan, adanya perubahan untuk perbaikan dalam pelaksanaan nantinya,” demikian Titin.
Laporan : Robinson
Editor : Effendy

