RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Terkait antisipasi atas balita yang terjangkit stunting, kurang gizi dan gizi buruk. DPRD Bengkulu Utara sangat mendukung peran aktif semua pihak untuk membantu agar pengentasan stunting ini dapat berjalan dengan baik. Ia pun mendesak ini menjadi catatan khusus, sebab ini berkaitan dengan masa depan daerah yang nantinya akan dilanjutkan oleh generasi-generasi penerus. Ini disampaikan oleh Ketua DPRD BU Sonti Bakara, SH
“Peningkatan gizi balita juga tidak bisa hanya dilakukan saat balita tersebut menginjak usia 1 sampai lima tahun. Menjaga kualitas balita, harus dilakukan sejak dalam usia kandungan. Sehingga memberikan pengetahuan pada calon ibu sejak akan menempuh pernikahan adalah hal yang penting. Sehingga tidak lagi terjadi kasus stunting, gizi buruk atau gizi kurang,” ujarnya.
Ia pun menambahkan, sosialisasi layaknya mulai di lakukan sejak memasuki usia perkawinan dan menikah. Calon ibu harus aktif memeriksakan kondisi kesehatan dan kehamilannya ke Posyandu. Sehingga, saat persalinan bayi yang dilahirkan benar-benar dalam kondisi sehat. Selain itu ia bersama Pemkab BU juga aktif bekerjasama dalam mensosialisasikan terkait gizi yang berimbang bagi anak. Sehingga ibu mengetahui sajian makanan yang akan diberikan pada anaknya, dengan gizi yang cukup dan memacu pertumbuhan anak. Ia yakin dengan kerja bersama antara DPRD, Pemkab BU dan organisasi perempuan, maka program pemerintah dalam mengentaskan masalah gizi balita akan tuntas. Sehingga bisa menciptakan generasi penerus pembangunan BU yang berkualitas.
“Semua pihak harus terus aktif mensosialisasikan pada masyarakat. Bahkan, kita menggandeng PKK karena memang program yang dijalankan sejalan dengan program PKK. Permasalahan anak ini harus terus menjadi perhatian kita karena terkait masa depan BU. Sedangkan masa depan anak ditentukan sejak anak tersebut balita,” demikian Sonti.
Laporan : Redaksi

