
RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Rektor Universitas Ratu Samban (Unras) Arga Makmur Dr. Ir. HM. Imron Rosyadi, MM, M.Si versi Yayasan Ratu Samban (YRS), berikan sinyal yang diakui oleh Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) sebagai Rektor Unras yang sah. Hal ini dibuktikannya, dengan adanya undangan resmi dari Kemenristekdikti yang telah dihadirinya di Bali, dalam acara pertemuan seluruh Rektor se-indonesia 26 September 2017 lalu.
Kedekatan Imron ini juga terlihat dari adanya pamer photo bersama dengan Menteri Ristekdikti Mohamad Nasir, usai pertemuan tersebut. Sementara itu, melihat kondisi ini bagaimana dengan Sugeng Suharto yang mengklaim sebagai Rektor Unras yang sah versi Yayasan Ratu Samban Arga Makmur (YRSAM), yang juga versi Bupati BU Ir. Mi’an yang memerintahkan agar didirikannya Yayasan baru sebagai tandingan YRS. Hingga saat ini belum diketahui, apa latar belakang seorang kepala daerah menimbulkan polemik di ranah penyelenggara Unras, sehingga dunia pendidikan dan mahasiswa yang menjadi korbannya. Kendati demikian, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) BU, juga memiliki dasar hukum yang kuat mendirikan yayasan baru. Yakni berdasarkan Surat izin resmi pendirian Unras Nomor 172/ D-/2001 yang berisi Yayasan Ratu Samban sebagai penyelenggara yang sah.
Imron Rosyadi, ketika dikonfirmasi terkait pertemuan seluruh rektor se-indonesia, yang mana Menristekdikti justru mengundang dirinya untuk hadir dalam acara ini, mengungkapkan. Dirinya tidak menyangka mendapatkan kehormatan ini, dimana Unras yang saat ini dalam posisi duelisme, adanya dua Rektor yang mengklaim sebagai Rektor Unras, yakni versi YRS dan YRSAM, pihak Kemenristekdikti justru mengakui dirinya dan memintanya untuk hadir dalam acara ini.
” Saya tidak menyangka saja, melihat dari kondisi ini kenapa harus saya yang diminta oleh Kemenristekdikti untuk menghadiri acara akbar tersebut, itu suatu pertanyaan yang cukup menggelikan. Bisa dikatakan, kebijakan yang diambil oleh pihak Kemenristekdikti ini, cukup memberitahukan bahwa Rektor yang diakui yakni Rektor versi YRS,” ungkapnya.
Disinggung, apakah Rektor versi YRSAM Sugeng Suharto juga diundang pada pertemuan akbar yang cukup bergengsi didunia PTS tersebut. Imron mengatakan tidak tahu, namun diakuinya sejauh ia menjalani acara itu beberapa hari di Bali, tidak terlihat adanya Rektor Unras versi YRSAM itu.
” Nah tidak tahu saya itu, apakah ia diundang atau tidak. Setahu saya, ada undangan untuk saya sebagai Rektor untuk hadir pada pertemuan bergengsi itu, tidak tahu untuk Rektor yang satunya, silahkan tanya sendiri ke orangnya, apakah mendapatkan undangan juga atau tidak,” bebernya.
Saat disinggung lebih jauh, bagaimana perasaannya dengan adanya undangan ini, yang dengan kata lain dapat dikatakan Kemeristekdikti mengakuinya sebagai Rektor, kenapa tidak Sugeng Suharto yang mengklaim sebagai Rektor yang sah, yang diakui oleh Pemkab BU dengan YRSAMnya, yang diundang oleh Kemenristekdikti. Imron dengan gaya bahasanya selama menjadi Bupati BU, hanya memberikan senyuman kepada awak media, dan enggan untuk berkata lebih jauh, mengingat ini dikatakannya hanya publiklah yang dapat menjawabnya.
” Nah soal itu, saya tidak bisa menjawab lebih jauh, mengingat ini dapat dikatakan sebuah tudingan. Jadi hanya publiklah yang dapat menjawab, seperti apa Unras di pimpin oleh Sugeng dan Mi’an, dan bagaimana Unras yang saya pimpin langsung,” tutupnya.
Sayangnya, hingga berita ini dirilis, Sugeng Suharto selaku Rektor Unras versi YRSAM ketika dikonfirmasi, tidak menjawab telpon, begitupun pesan singkat.
Laporan : Effendy

