RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Terkait informasi dugaan penganiayaan yang dialami salah satu wartawan di Bengkulu Utara Yusi Hasan, terhadap Kades Batu Raja Kol Kecamatan Hulu Palik Bengkulu Utara. Versi kades, ia menolak disebut menganiaya wartawan. Pasalnya, ia sama sekali tidak ada melakukan penganiayaan, apalagi menganiaya. Dalam hal ini, Kepala Desa Batu Raja Kol Suwondo, yang ditemui awak media di kediamannya Senin (6/7), dengan tegas menyatakan dirinya menghormati profesi pers dan tidak sama sekali melakukan penganiayaan. Untuk itu, ia pun dengan tegas membantah, jika dinyatakan telah menganiaya wartawan.
“Kejadian yang terjadi pada hari Jum’at itu, tidak seperti apa yang ditulis rekan rekan media. Dalam hal ini, saya menyampaikan hak jawab saya, bahwa apa yang tertulis di banyak media itu, tidak benar adanya. Dan kejadian yang sebenarnya, sama sekali tidak ada unsur penganiayaan. Saya siap mempertanggungjawabkannya, karena saksi banyak kok yang lihat, karena kejadian itu di pinggir jalan,” ujar Kades kepada awak media, didampingi Sekcam Hulu Palik BU Zainal.
Kades pun menandaskan, secara logika jika dirinya ingin melakukan penganiayaan, tentunya itu akan mengorbankan jabatannya. Terlebih lagi, kejadian di pinggir jalan. Tidak mungkinlah, jika dirinya berniat buruk dengan wartawan, pasti tidak seperti itu jalan ceritanya. Tentunya, ia akan melakukan dengan aksi tanpa saksi. Ini jelas, kejadian dipinggir jalan, dan yang ia sesalkan kenapa harus membuat fitnah seperti ini, terlebih lagi di TKP, kesannya oknum wartawan ini terkesan seperti orang berakting seolah-olah ia dianiaya.
Kendati demikian, ia sudah menyadari dari awal jika oknum wartawan ini memiliki niat jahat. Sehingga, dalam kasus ini terlebih yang sudah menyebar seantero jagat ini, pemberitaan tentang dirinya menganiaya wartawan, siap ia pertanggungjawabkan dihadapan hukum. Jika dirinya terbukti menganiaya, ia siap dengan konsekwensinya. Namun, ia juga akan membuktikan bahwa dirinya sama sekali tidak melakukan penganiayaan tersebut.
“Saya sejauh ini sudah menjalani pemeriksaan di Mapolsek Kerkap sebanyak 3 kali, ditambah lagi saksi sebanyak 3 orang sudah diperiksa. Dalam kasus ini, jelas saya tandaskan saya sama sekali tidak menganiaya oknum wartawan itu. Justru, saya sangat menghormati profesi pers,” tandasnya.
Kades : Apa Ada Larangan Jawab “No Comment”
Kades pun dalam kesempatan tersebut, membeberkan seperti apa kejadian yang sebenarnya versi dirinya. Kejadian ini, berawal ketika oknum wartawan atas nama Yusi Hasan itu, yang sudah kali keduanya mendatangi dirinya guna meminta konfirmasi. Dalam hal ini, konfirmasi yang ia lakukan selalu hal yang sama, yakni kegiatan DD Tahun 2019. Padahal, sudah ia sampaikan bahwa pekerjaan yang dikonfirmasinya tersebut, sudah dilakukan review audit oleh pihak Inspektorat dalam melakukan pengecekannya. Sehingga, ia pun menjawab dengan argumen yang disampaikan oleh oknum wartawan itu, No Comment.
“Saya rasa, kalau penyampaian saya No Comment untuk hak jawab saya atas konfirmasi yang disampaikan oleh oknum wartawan itu, terkait proyek Dana Desa, tidak salahkan?. Apakah ada, aturan yang menyalahkan ketika saya menjawab no comment. Karena, mengapa saya jawab no comment, oknum wartawan ini sudah dijelaskan oleh perangkat desa atas semua hal terkait kegiatan DD di desa Batu Raja Kol, yang ia tanyakan. Ditambah lagi, kegiatan DD Batu Raja Kol, itu sudah dilakukan audit khusus oleh pihak Inspektorat. Jika memang ada temuan, mengapa tidak konfirmasi saja ke Inspektorat, sehingga dapat penjelasan yang lebih detail. Kenyataannya, oknum wartawan ini justru memaksa saya untuk menjawab, dan ketika kejadian, kesannya dibuat-buat dan memaksa. Apakah itu, diperkenankan didalam dunia jurnalistik,” beber Kades.
Ia pun menjelaskan lebih jauh, kronologis kejadian. Oknum wartawan ini mendatanginya, ketika dirinya tengah bekerja merapikan tumpukan material yang ada di depan rumahnya. Ketika itu, oknum wartawan ini memanggil dan ia pun enggan untuk mendatanginya. Lalu, sang oknum wartawan ini menyambanginya. Namun anehnya, ketika datang, tanpa berbicara dengan tata krama etika sopan santun, langsung memvideokan sembari bertanya terkait proyek DD tahun 2019 tersebut. Karena melihat, gelagat kurang baik itu, sebenarnya ia enggan untuk melayaninya dan ketika ditanya ia menjawab no comment saja. Kemudian oknum wartawan ini, berjalan mundur dan tidak tahu tersandung apa, ia pun terjatuh. Ketika terjatuh itulah, ia berniat menolong dengan menarik tangannya agar tidak sampai terjatuh. Tapi, entah bagaimana ia justru berteriak minta tolong, seolah-olah tengah mengalami penganiayaan. Padahal dibeberkan Kades, sedikitpun ia tidak menyentuh atau berniat menganiaya oknum wartawan ini.
“Secara logika lagi ya mas, kalau kejadiannya waktu itu oknum wartawan itu saya aniaya. Tentunya, tidak akan seperti itu kejadiannya. Karena, kejadian ini didepan rumah saya, yang mana banyak saksi yang melihat mulai dari adik ipar saya, dan yang bekerja di bengkel saya. Kalau memang ribut, tentunya keluarga saya yang melihat tidak akan tinggal diam membiarkan kejadian itu. Ini nyatanya enggak, justru keluarga saya bingung di apa-apain aja nggak, kok malah teriak minta tolong. Jadi, seketika saya langsung nyambung apa yang dilakukan oleh oknum wartawan ini, ia terkesan membuat rekayasa dari awal seolah-olah ia tengah dianiaya oleh saya,” sambungnya.
Kades Serahkan Ke Polisi Yang Buktikan
Sejauh ini, ia telah menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke penegak hukum. Agar, semuanya bisa jelas siapa yang menganiaya dan siapa yang difitnah. Ia pun sangat menyesalkan, apa yang sudah terjadi dan informasi yang sudah tersebar luas ini. Selain itu, ia juga meminta maaf, karena sejak kejadian ini tidak merespon telepon ataupun konfirmasi via ponsel. Karena, ia mengaku sangat banyak sekali pesan dan telpon masuk, menanyakan kejadian ini. Sehingga, hal itu cukup membuatnya terganggu.
“Semoga saja, proses ini dapat segera selesai, dan bisa terbukti siapa yang dianiaya dan siapa yang difitnah. Mengenai, pertanyaan rekan media apakah nantinya akan melaporkan balik, atas fitnah yang ia terima. Menurutnya, itu nanti akan difikirkannya, karena baginya ia bukan tipe orang pendendam. Tapi, kalau oknum wartawan ini tidak ada i’tikad baiknya, ia apa boleh buat tidak menutup kemungkinan saya akan melapor balik,” demikian Kades.
Baca :
Laporan : Redaksi

