RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Diperpanjangnya masa libur bagi para pelajar di Bengkulu Utara, tidak terkecuali siswa dan siswi TK dan PAUD, membuat panjangnya hilang masa pelajaran. Untuk itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkulu Utara mengharapkan peran orang tua (ortu) seluruh siswa diwilayah Bengkulu Utara, untuk menemani anak belajar dari rumah. Guna, menanggulangi penyebaran virus corona (Covid-19) di lingkungan sekolah. Dalam hal ini, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selama siswa dirumahkan, disampaikan oleh tenaga pendidik melalui grup jejaring Whatsapp.
“Mengingat wabah yang saat ini menjadi bencana nasional, kita hanya bisa menggunakan grup WA dari masing-masing anak, untuk dapat tetap mengikuti belajar, melalui aplikasi ponsel Whatsaap group parenting, yang di awasi langsung oleh Kepala Sekolah,” ujar Kepala Dinas Pendidikan BU Dr. Agus Haryanto, SE, MM
Keputusan melalui grup Whatsapp, merupakan sarana belajar alternative yang diperoleh melalui rapat, yang sudah digelar sejak pekan lalu. Rapat dilakukan menyusul perintah Bupati Bengkulu Utara, agar siswa dirumahkan dan belajar dirumah. Mengingat, masih ada sekolah di wilayahnya yang punya keterbatasan fasilitas komputer, akhirnya pihaknya sepakat menggunakan aplikasi Whatsapp jadi sarana paling mumpuni.
Guru kebetulan sudah sering berkomunikasi dengan orang tua, mau pun siswa melalui jejaring tersebut. Dia menjelaskan, sebenarnya mekanisme belajar di rumah tak jauh berbeda dengan di sekolah. Setiap harinya, guru memang sudah menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), yang mengatur materi belajar sehari-hari.
“Guru sudah membuat rencana pembelajaran setiap harinya, pertemuan ke berapa materinya apa?. Sekarang cuma memindahkan tempatnya saja, dari sekolah ke rumah,” jelasnya.
Agus : Usahakan Guru Aktif
Materi pembelajaran yang biasanya diberikan tatap muka, kali ini diberikan dengan format tertulis atau berupa tugas. Jika ada siswa, yang merasa kebingungan, maka guru bisa melakukan konferensi video untuk menjelaskan lebih lanjut. Agus pun, mengaku sudah menginstruksikan sekolah agar membentuk Satuan Tugas Belajar di Rumah. Selain, bertugas memastikan kegiatan belajar di rumah lancar. Mereka juga, diminta mengawasi pergerakan siswa di rumah.
“Kita juga menjaga tujuan dari belajar di rumah tercapai, kita juga meminta kepada orang tua melarang anak-anaknya, apalagi berkumpul atau pergi ke tempat keramaian. Kemudian, juga mengajak anaknya ke luar kota tidak dibolehkan,” tuturnya.
Sampai saat ini, ia mengatakan belum mendapat laporan tentang kendala implementasi belajar di rumah dari sekolah. Belum ada temuan sekolah, yang tidak mengindahkan instruksi merumahkan siswa. Diketahui, sejumlah daerah Kegiatan belajar dilakukan dari rumah, untuk meminimalkan penyebaran virus corona.
“Selain di Bengkulu Utara, hal serupa juga dilakukan oleh oleh semua daerah dalam Provinsi Bengkulu,” demikian Agus.
Laporan : Redaksi

