Jembatan Penghubung Desa Amblas, Gapura Rumdin Bupati Megah

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Ironis, disaat bergema gaungan mengutamakan kepentingan infrastruktur untuk masyarakat, baik jalan maupun jembatan. Justru hingga saat ini, dua jembatan penghubung tidak kunjung dibangun oleh Pemerintah Kabupaten BU, yakni jembatan Belly Penghubung Desa Wono Harjo – Desa Suka Makmur Kecamatan Giri Mulya, dan jembatan yang ada di Kecamatan Air Muring yang sudah dalam kondisi mengenaskan. Sementara, ratusan juta rupiah anggaran daerah justru dibangunkan gapura rumah dinas Bupati BU Ir. Mi’an, yang jika dilihat dari azas manfaat antaran jembatan untuk masyarakat dan gapura masuk ke rumah dinas jadi tanda tanya.
Untuk diketahui, berdasarkan data terhimpun, jembatan belly penghubung dua desa di Kecamatan Giri Mulya tersebut, dibangun sejak tahun 1982, dan pernah putus tahun 2010, yang hanya mendapatkan perbaikan alakadar. Akhirnya, Jum’at (25/8) sekitar pukul 08.15 WIB, masyarakat dua desa tersebut tidak bisa lagi melalui jembatan yang biasa digunakan masyarakat baik untuk, anak sekolah maupun untuk perekonomian dua desa serta desa sekitarnya. Pasalnya, jembatan itu amblas lantaran tanah penopang jembatan itu longsor ke bibir sungai, sehingga kondisi jembatan itu nyaris terjun bebas ke sungai. Beruntungnya, saat jembatan ini amblas tidak ada korban jiwa, hanya saja masyarakat terpaksa menggunakan jalur yang cukup jauh yakni mengitari beberapa desa, agar dapat menghubungkan dua desa tersebut.
Kapolres BU AKBP Andhika Vishnu, S.Ik melalui Kasat Lantas AKP Henriyanto P Hutasoit, S.Ik membenarkan kondisi jembatan tersebut, yang mana pihaknya terpaksa memasang police line agar tidak menimbulkan korban jiwa yang nekat melintasi jembatan itu pada malam hari.
” Iya kita sudah melakukan pengecekan ke lokasi, dan dilihat dari kondisi jembatan ini, kerusakan dinilai sangat parah, dan benar-benar tidak bisa dilalui oleh kendaraan. Sehingga masyarakat yang biasa melintasi jembatan tersebut, sudah kita pasang rambu yang dibantu masyarakat agar mengitari jalan lain, yang dinilai cukup jauh. Namun dengan kondisi, hanya ini yang dapat kita lakukan saat ini,” ungkap Kasat.
Sementara itu, Rahmat yang merupakan warga setempat, mengharapkan agar pejabat di pemkab BU dan DPRD BU dapat membuka matanya dengan kondisi ini. Terlebih lagi terhadap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) BU yang memiliki leading sektor dengan kondisi jembatan ini, padahal jembatan ini sudah pernah rusak sebelumnya, yang dapat dinilai tidak layak dan dapat membahayakan nyawa masyarakat jika tetap dilalui, hingga akhirnya terjadi amblas ini. Beruntung tidak ada korban jiwa.
” Saya selaku Masyarakat Kecamatan Giri Mulya Khususnya Untuk Desa Wonoharjo dan Desa Sukamakmur, meminta kepada Pemkab dan Para Anggota DPRD BU, agar dapat meluangkan waktunya melihat kondisi jembatan penghubung antar dua desa ini, dikarenakan sebenarnya Jembatan ini sudah tidak layak pakai, dijaman Semakin modern seperti sekarang desa Penghubung seharusnya dapat dibangun jembatan permanen agar dapat memperlancar pertumbuhan Ekonomi, yang ada di Kecamatan Giri Mulya Khususnya. Untuk itu, diharapkan agar dicarikan solusi dengan kondisi ini,” imbuhnya.
Untuk diketahui, jika berdasarkan informasi pada tahun 2010 jembatan ini sudah sempat putus, namun hanya mendapatkan perbaikan yang tidak dapat menjamin jembatan ini layak digunakan. Lalu, seperti apa gema Bupati yang mengutamakan infrastruktur untuk kepentingan masyarakat. Sementara, dana yang ada bukannya untuk memperbaiki jembatan yang sudah sangat kritis, justru dana dialihkan untuk pembangunan gapura yang manfaatnya untuk masyarakat luas dipertanyakan.(aer)

Related posts

Leave a Comment