RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke – IX telah berlalu, dimana beberapa atlit di beberapa cabang olahraga di Kabupaten Bengkulu Utara (BU) berhasil memboyong penghargaan medali mulai dari emas hingga perunggu. Dalam keberhasilan atlit di Kabupaten BU ini, Pemerintah Daerah (Pemda) BU memberikan perhatiannya dengan memberikan reward dari Bupati BU Ir. Mi’an. Namun ironisnya, ada tiga atlit yang berhasil memboyong 3 medali yakni atlit Cabang Olahraga (Cabor) Panjat Tebing justru terlupakan oleh Pemda BU. Sementara, atlit lain diberikan reward tersebut, ada apa dengan Bupati BU Ir. Mi’an?.
Diketahui, pemberian penghargaan yang diberikan oleh Bupati BU Ir. Mi’an berlangsung usai solat taraweh di Balai Daerah kediaman Bupati Bu Ir. Mi’an, dimana pemberian tersebut berupa Reward dan piagam penghargaan kepada atlit berprestasi dalam Porprov. Penghargaan yang diberikan langsung oleh Bupati BU didampingi Wakil Bupati BU Arie Septia Adinata, SE serta Sekda BU Dr. Haryadi, S.Pd, MM, M.Si tersebut terkesan janggal. Lantaran tidak semua atlit, yang menyumbangkan medali di Porprov saja mendapatkan penghargaan tersebut.
Pantauan awak media pemberian penghargaan itu, hanya diberikan kepada atlit kontingen dari Cabor Pencak Silat, Atletik, Karate, Bola Volly dan Bola Basket. Sementara, 7 atlit yang telah bertarung mati-matian dengan membawa bendera Cabor Panjat tebing Bengkulu Utara (BU), sama sekali tidak terlihat menerima penghargaan tersebut. Lebih ironis lagi, informasinya pemberian reward ini disinyalir adanya unsur kesengajaan oleh pihak Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) BU, yang diketahui tidak merestui atlit panjat tebing mengikuti kompetisi bergengsi tersebut. Hal ini terbukti, 7 atlit panjat tebing justru mendaftar sendiri dengan menggunakan rekomendasi plt KONI Bengkulu Utara dalam mengikuti Porprov. Ada apa dengan Pemerintah Daerah (Pemda) BU yang diduga tidak adil terhadap cabor, padahal cabor ini juga membawa harum nama baik BU di kancah Provinsi.
Lebih jauh lagi kedalam, informasi lebih menariknya lagi Pemda sama sekali tidak memberikan support apa apa terhadap cabor Panjat Tebing dalam mengikuti kompetisi di provinsi tersebut. Dimana, semua biaya yang dikeluarkan oleh para atlit ini hasil dari sumbangan para saudagar kaya yang memiliki rezeki berlebih yang simpati dengan cabor ini. Hal ini terungkap, berdasarkan hasil penelusuran awak media dilapangan sepanjang penyelenggaraan Porprov hingga selesai dan adanya pembagian reward oleh Bupati Bu Ir. Mi’an, dimana cabor ini pun terlupakan yang tidak mendapatkan perhatian dari Bupati BU ir. Mi’an.
Membenarkan hal ini, Ketua Cabor Panjat Tebing Kabupaten BU Kisar Robinson, melalui Sekretaris Cabor Firman tidak membantah hal tersebut. Namun demikian, ia tidak ingin berkomentar banyak untuk menyalahkan siapapun. Namun dalam hal ini, ia hanya berharap Bupati dapat membuka matanya, bahwasanya selain cabor yang ia berikan reward dan penghargaan atas keberhasilan dalam mengikuti kompetisi Porprov beberapa waktu lalu, ada cabor yang terlupakan yang tidak mendapatkan reward dari Bupati tersebut.
” Kami tidak ingin mengemis, namun harapan kami ada sedikit perhatian dari pemerintah terhadap Cabor kami. Sejauh ini, kami sendiri bingung ada apa dengan pemerintah dalam hal ini Dispora BU, yang tidak merestui cabor Panjat Tebing mengikuti kompetisi bergengsi ini. Namun hal tersebut tidak menjadi permasalahan, karena cabor yang menjadi binaan saya juga tetap berhasil mengikuti kompetisi dan tetap membawa harum nama Kabupaten BU dengan menyumbangkan 3 medali,” ujarnya.
Dalam penyelenggaraan pembagian reward oleh Bupati BU Ir. Mi’an, awak media hanya dapat mmeinta komentar dari Wabup BU Arie Septia Adinata, SE yang menuturkan. Pihaknya, atas nama Pemerintah Kabupaten BU mengucapkan selamat kepada adik-adik dan ucapan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya, atas perjuangan yang telah mengharumkan nama Kabupaten BU dalam kompetisi olahraga di kancah Provinsi tersebut.
” Ucapan terima kasih dan apresiasi itu, Pemkab BU memberi suatu riward kepada adik-adik yang telah mengharumkan nama Kabupaten BU. Semoga, para atlit dan didunia olahraga di Kabupaten BU semakin menggeliat dan terus memberikan prestasinya untuk mengharumkan daerah yang kita cintai ini,” singkat Arie.
Sayangnya, Kepala Dispora BU Hendri Kisinjer ketika dikonfirmasi awak media usai pembagian reward tersebut, tidak dapat ditemui. Ketika dihubungi via ponsel pun, tidak dapat dihubungi alias tidak aktif.
Laporan : Redaksi

