RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Satiman (54) warga Kelurahan Kemumu Kecamatan Arma Jaya Kabupaten BU, yang ditemukan sudah tidak bernyawa lagi oleh salah satu warga setempat yang berangkat ke kebun oleh Sumanto, di pinggiran sungai kawasan air terjun Kepala Siring Kelurahan Kemumu Arma jaya, yang tersangkut bebatuan. Ternyata ada sesuatu yang menarik dibalik sebelum kepergiannya pamit ke kebun dua malam lalu, yakni ia kerap merasa ketakutan akan sesuatu. Namun ketakutan tersebut, hingga kematiannya yang mengenaskan dengan kondisi tulang tengkorak pecah masih misteri, lantaran tidak ada yang mengetahui apa penyebab yang membuatnya ketakutan.
Baca :
https://rubriknews.com/tulang-tengkorak-pecah-berikut-identitas-mayat/
https://rubriknews.com/warga-kemumu-dihebohkan-penemuan-mayat-disungai/
Disampaikan oleh Suyitno kepada awak media yang ditemui di kamar jenazah RSUD Arga Makmur, mengakui hal tersebut. Dirinya dan keluarga hingga saat ini masih bertanya-tanya akan keluhan ketakutan akan apa, bapak mertuanya sebelum berangkat ke kebun tersebut. Melihat kondisi bapak yang ditemukan sudah menjadi mayat disungai ini, membuatnya timbul tanda tanya ada apa dengan bapak, apakah ini ada kaitan dengan ketakutan yang diungkapkannya.
” Kami tidak terlalu bisa menduga, apa penyebab kematian bapak (Satiman,red) ini. Namun, kami juga sedikit curiga dengan kematian bapak, dimana sebelumnya bapak sempat melontarkan akan ketakutan terhadap sesuatu, namun kami tidak tahu apa itu. Namun dengan kepergian (Meninggal,red) bapak ini, kami menjadi timbul tanda tanya, apakah ini yang dimaksud bapak takut tersebut, tapi oleh apa,” ungkapnya.
Terlebih lagi sambung Suyitno, kondisi bapak ditemukan dengan kondisi tulang tengkorak kepala sebelah kiri pecah. Ia mengetahui ini, setelah di lakukan pengecekan dan pemeriksaan oleh pihak RSUD Arga Makmur. Meskipun diduga kepala bapak mertuanya pecah dugaan sementara akibat adanya benturan benda keras seperti batu disungai, pihaknya tetap mengaitkan dengan ucapan ketakutan bapak sebelum pamit hendak ke kebun yang berada di kawasan Talang Rais, kawasan perkebunan belakang Kemumu.
” Bapak tidak pernah mengungkapkan rasa takut itu karena apa, namun melihat kondisi bapak ditemukan seperti itu menjadi tanda tanya sekali. Kami harap, pihak kepolisian dapat menyelidiki, apa penyebab kematian bapak mertua saya itu,” tutupnya.
Seperti diketahui, dilokasi TKP besar kemungkinan korban tidak hanyut dari hulu sungai. Sebab tak jauh dari lokasi, berkisar 2,5 meter, ditemukan kain milik korban dan dalam keadaan kering. Kondisi mayat juga sudah kaku, diperkirakan sudah meninggal sejak 6 jam sebelum ditemukan.
Saat ditemukan korban mengenakan celana pendek warna coklat, tubuh dibalut kemeja bercorak kotak-kotak warna hitam putih. Di sekitar tubuh korban terlihat ceceran darah yang keluar dari bagian kepala korban yang pecah. Awalnya identitas mayat tidak diketahui. Namun setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya terungkap korban bernama Satiman (54).
Laporan : Effendi

