RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Miris nasib masyarakat Kabupaten BU, khususnya yang berada di wilayah desa Kertapati-Kota Agung Kecamatan Air Besi, yang harus mengemis dari pintu ke pintu sesama warga hanya untuk meminta sumbangan merehab jalan milik Kabupaten yang sudah rusak parah, dan menimbulkan korban jiwa. Sementara, program seorang kepala daerah tidak pernah melihat hal tersebut, justru anggaran yang ada membangun hal-hal yang dinilai tidak begitu berpengaruh terhadap masyarakat bawah. Lebih ironi lagi, apa yang diungkapkan masyarakat, bahwa kepemimpinan Bupati BU Ir. Mi’an saat ini, lebih banyak pilih kasih atas pembangunan infrastruktur nya, serta tidak mementingkan masyarakat kecil yang membutuhkan bantuan namun tidak digubris, bukan isapan jempol belaka.
Hal ini terlihat, dimana warga yang harus bergotong royong meluangkan waktu dan meninggalkan kewajibannya mencari nafkah untuk anak istrinya demi memperbaiki jalan yang telah rusak parah dan menimbulkan korban jiwa. Sementara, didepan rumah dinas Bupati BU ir. Mi’an saat ini tengah dibangun sebuah gapura gerbang megah, untuk memasuki pintu rumah dinas. Padahal, gapura sebelumnya masih sangat layak digunakan.
Menanggapi hal ini, Ketua Komisi III DPRD BU Mohtadin, sangat menyayangkan hal tersebut. Dikatakan Mohtadin, kalau bicara masalah tidak ada anggaran itu sangat tidak mungkin, bagaimana seharusnya pihak eksekutif dapat menilai mana yang penting dan tidak, dalam hal menganggarkan serta melihat pembangunan infrastruktur yang merata.
” Kami sangat menyayangkan hal tersebut, karena bicara masalah anggaran jelas ini sangat tidak masuk akan, di satu sisi ada pembangunan yang belum tentu bermanfaat bagi masyarakat, disisi lain masyarakat harus berjuang keras untuk dapat memperbaiki yang bukan kewenangannya, hanya karena didesak kondisi,” ungkap Mohtadin.
Dirinya jika selaku pihak Eksekutif seharusnya malu terhadap masyarakat. Sementara informasinya, masyarakat sudah berulang kali mengajukan perbaikan, di banyak tempat. Namun hanya sebagian saja yang dapat di tanggapi, ada apa ini.
” Menurut hemat saya kedepan, Bupati harus lebih jeli dan teliti dalam melihat arah pembangunan. Jangan sampai, mengabaikan kepentingan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dibanding dengan pembangunan yang kecil kansnya bersentuhan terhadap masyarakat kecil. Saya harap ini menjadi cambuk untuk membangun BU agar dapat lebih baik lagi, dan tidak seperti yang dikatakan masyarakat Bupati pilih kasih,” demikian Mohtadin.(aer)



