Sebut Nama Ketua DPRD Bengkulu Utara Soal Izin Lakukan Dugaan Penjarahan Lahan Pemkab, GM PT Pamor Ganda Sampaikan Klarifikasi

Ketua-DPRD-BU-Sonti-Bakara-Kecam-Patok-Aset-negara-lahan-milik-Pemkab-bengkulu-Utara-yang-di-panen-dugaan-penjarahan-oleh-pihak-PT-Pamor-Ganda

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Terkait masalah dugaan penjarahan lahan milik Pemkab Bengkulu Utara seluas 63 Hektar, yang dilakukan oleh pihak PT Pamor Ganda. Dimana, General Manajer (GM) PT Pamor Ganda Paten Siagian sempat menyebut nama Ketua DPRD Bengkulu Utara, yang berasumsi memberikan izin untuk mengeksplorasi lahan tersebut. Paten Siagian selaku GM PT Pamor Ganda, berikan klarifikasi ke awak media, yang menyatakan bahwa apa yang tertuang dalam pemberitaan belakangan ini, dinyatakan tidak benar, lantaran adanya kesalahan informasi atas permintaan izin tersebut. “Bahwa pernyataan itu adalah tidak benar, dikarenakan adanya kesalahan informasi.…

Read More

Dugaan Penjarahan Lahan Pemkab 63 Hektar, Ketua DPRD BU Kecam Aksi Namanya Disebut Oleh Pimpinan PT Pamor Ganda

Ketua-DPRD-BU-Sonti-Bakara-Kecam-Patok-Aset-negara-lahan-milik-Pemkab-bengkulu-Utara-yang-di-panen-dugaan-penjarahan-oleh-pihak-PT-Pamor-Ganda

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Terkait pengakuan pimpinan PT Pamor Ganda, yang menyebut nama Ketua DPRD Bengkulu Utara Sonti Bakara, atas permintaan izin menggarap perkebunan karet 63 hektar lahan milik Pemkab Bengkulu Utara. Ketua DPRD Bengkulu Utara Sonti Bakara, mengecam keras pengakuan pimpinan PT Pamor Ganda tersebut, pihaknya berjanji akan membawa masalah ini ke ranah hukum jika pihak PT Pamor Ganda tidak memberikan klarifikasi atas pernyataan tersebut. “Wah, saya tidak terima dikatakan memberi izin kepada PT Pamor Ganda mengelola lahan milik Pemkab. Karena, saya tidak pernah merasa memberikan izin ataupun dimintai…

Read More

Kepala Dinkes Bengkulu Utara Bantah Minta Fee Proyek, Tantang Buktikan

Kepala Dinkes BU Syamsul Ma'arif bantah minta fee proyek

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Terkait adanya penyebutan nama Kepala Dinkes Bengkulu Utara, yang dialokasikan fee proyek atau istilah uang ijon sebesar 15 persen oleh PPTK. Dimana, masalah ini mencuat setelah adanya pengakuan dari pihak CV Dhea Putri, selaku pemenang tender rehab Puskesmas di Kerkap, yang digugurkan secara sepihak dan mengaku dimintai fee proyek. Kepala Dinkes BU Syamsul Ma’arif, angkat bicara dan menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta minta uang kepada rekanan. “Insyaallah, saya nggak akan pernah minta-minta uang ke pihak rekanan. Sejauh ini, saya sudah tekankan kepada semua PPTK di…

Read More