RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Abrasi yang terjadi di jalan lintas barat (Jalinbar) yang berada di Desa Selolong Kecamatan Batik Nau Kabupaten Bengkulu Utara (BU) yang terjadi sejak Selasa (15/11) lalu. Kondisinya semakin parah, sehingga membuat para warga desa setempat berjaga 24 jam dilokasi guna menghindari terjadi korban dari pengendara yang melintasi Jalinbar tersebut. Hal ini pun diakui langsung oleh salah seorang warga, Katam saat ditemui awak media.
“Ya, beginilah bang keadaan jalannya, saat ini hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda 4 dan roda dua saja. Kami selaku warga terus melakukan penjagaan 24 jam yang agar pengendera yang melintas dapat berhati-hati,”ujar Katam.

Hal senada yang disampaikan, salah seorang warga Agusti juga menuturkan, bahwa kondisi rusak Jalinbar ini bukan hanya di Desa Selolong saja, akan tetapi mulai dari Desa Bintunan, Desa Urai, Desa Serangai juga mengalami kondisi kerusakan yang sama parahnya. Dimana jalinbar tersebut sepanjang kurang lebih 27 Km ini, awalnya berstatus jalan Nasional, namun sejak tahun 2004 statusnya berganti non status. Sebagai gantinya jalan nasional ditetapkan yakni jalan ketahun Desa Limas Jaya hingga ke desa Bintunan Kecamatan Batik Nau. Sejak itu jalan tersebut tak pernah disentuh perbaikan pembangunan jalan.

“Memang pada tahun 2019 lalu, pihak Kementerian PUPR pernah menijuanlokasi jalan non status ini dan Bupati BU Mian pun juga medatngkan pihak Komisi V DPR RI pada tahun 2021 lalu. Meminta untuk adany perbaikan jalan tersebut serta mengembalikan status jalan tersebut. Kami selaku masyarakat sangat menanti adanya keserisuan pemerintah. Sebab dijalan non status ini terdapat ribuan kepala keluarga yang berada di 4 desa,”terangnya.

Sementara itu, anggota Komisi III DPRD BU, Agus Riyadi MSi saat ditemui, Jumat (18/11) juga sangat berharap kepada pihak Pemkab BU terus berupaya melakukan koordinasi secara intens dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat, agar jalan tersebut menjadi skala prioritas untuk dilakukannya perbaikan. Karena hingga saat ini kondisi jalan tersebut semakin parah.

“Tentu kita atas nama lembaga legislatif meminta keserisuan pihak Pemkab BU bukan hanya sekedar koordinasi. Karena jalan tersebut saat ini memang sangat perlu adanya perbaikan,”tukasnya.
Laporan : Redaksi

