RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Kunjungan Presiden RI Joko Widodo, ke Bengkulu Jum’at (15/2). Rupanya, dimanfaatkan oleh Bupati Bengkulu Utara Ir. Mi’an, guna mengadukan nasib infrastruktur di Kabupaten Bengkulu Utara, yang tengah memprihatinkan dan membutuhkan uluran tangan, dari Pemerintah Pusat.
Dimana pada kesempatan itu, Mi’an berhasil melakukan audiensi, pada saat Presiden sesudah membuka Sidang Tanwir Muhammadiyah di Provinsi Bengkulu. Yang dilakukan, di ruang meeting room hotel Santika, bersama seluruh Kepala Daerah se-Provinsi Bengkulu.
Dalam audiensi tersebut, Mian membeberkan. Beberapa usulan prioritas pembangunan, khususnya pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bengkulu Utara. Diantaranya, jalan simpang Tugu Polwan-Lebong. Akses interkonektivitas, antara Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Lebong, dan perbaikan jalan non status Lintas Barat Sumatera. Tepatnya, di Desa Urai yang sampai saat ini, kondisinya sangat memprihatinkan.
“Alhamdulillah, pak Mi’an berhasil menyampaikan semua unek-unek infrastruktur, yang membutuhkan perhatian Pemerintah Pusat,” ujar Plt Kepala Dinas Kominfo Dodi Hardinata, S.Sos, M.Si
Dodi pun menambahkan, perjuangan bupati tidak hanya mengadu kepada Jokowi. Tapi juga, berkoordinasi langsung dengan Menteri PUPR Republik Indonesia, yang ikut dalam kunjungan Presiden tersebut.
Bangun Jembatan
Pada kesempatan itu, bupati membeberkan keluh kesahnya, dalam memperbaiki infrastruktur Bengkulu Utara. Dimana, terkait dengan permohonan bantuan material rangka jembatan kelas A, dengan bentang ± 60 Meter, untuk pembangunan jembatan Desa Wono Harjo dan Desa Kota Lekat. Yang diketahui, hingga saat ini sudah mendapat disposisi persetujuan, Bapak Menteri PUPR Republik Indonesia.
“Kita optimis, program sinergi pemerintah daerah akan banyak di akomodir, oleh pemerintah pusat. Karena, usulan pembangunan yang kita ajukan, semuanya merupakan bagian dari program atau kegiatan unggulan. Yang langsung bersinergi, dengan tujuan utama RPJMN. Pembangunan berbasiskan kawasan, tetap menjadi dasar utama, dalam menentukan prioritas pembangunan infrastruktur ke depan,” tambahnya.
Sekedar diketahui, kehadiran Presiden RI, Joko Widodo di Bengkulu, didampingi sejumlah pejabat negara dan sejumlah menteri kabinet kerja. Antara lain, adalah Wakapolri Komjen Dono Sukmanto, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Mendikbud Muhadjir Effendy, Head Political Affairs Department Roel van der Veen, Menkominfo Rudiantara, Menag Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.
Laporan : (Adv) Kominfo Bengkulu Utara
Editor : Redaksi

