RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Desa Kalai Duai Kecamatan Arma Jaya Kabupaten BU kembali memanas, masih persoalan moral seorang pemimpin desa, yang berselingkuh dengan salah satu staf di Kecamatan Arga Makmur, yang sebelumnya mendapatkan kepercayaan warga. Namun saat ini, kepercayaan tersebut telah hilang, dimana 170 orang warga dari 400 warga sepakat meminta kepada Bupati BU agar Kades Kalai Duai Herwantoni dipecat sebagai pemimpin desa.
Sementara kekesalan warga desa Kalai Duai juga diarahkan kepada salah satu tokoh yang dituakan didesa tersebut, yakni Ujang Cikwan yang diduga telah menerima suap dari Herwantoni agar menutupi aib kades tersebut, sehingga tidakan pemecatan oleh Bupati dapat dicegah. Hal ini terkuak dari kecurigaan warga, dimana kasus moral kades ini diam membisu ditangan Ujang Cikwan, sementara sebelumnya warga mempercayakan kasus ini dapat segera tuntas ditangan orang yang dipercaya sebagai tokoh masyarakat tersebut. Ironisnya lagi, warga sangat kecewa tandatangan yangtelah dikumpulkan untuk diserahkan ke BUpati agar Herwantoni dipecat, hingga saat ini disinyalir tidak pernah dilayangkan ke meja BUpati BU Ir. Mi’an.
Kali ini, warga mempercayakan kepada Nawi yang juga tokoh masyarakat desa Kalai Duai Kecamatan Arma Jaya, agar segera menyampaikan tandatangan warga yang sudah kurang lebih setengah dari mata pilih warga desa Kalai Duai, untuk segera diserahkan kepada Bupati BU. Dimana, tandatangan warga tersebut telah dilampiri surat pernyataan, yang mendesak kepada Bupati BU agar segera mencopot Herwantoni dari jabatannya sebagai Kades definitif desa kalai Duai.
Disampaikan oleh Nawi kepada awak media, membeberkan pihaknya besok (Senin,red) (7/8), akan menemui Bupati BU Ir. Mi’an guna menyerahkan persetujuan warga, untuk segera mencopot Herwantoni dari jabatannya. Dengan alasan, warga telah kehilangan kepercayaan kepada Herwantoni untuk memimpin desa Kalai Duai, mengingat moral Herwantoni tidak patut menjadi tauladan, dimana ia telah melakukan perselingkuhan diluar istri sahnya saat ini.
” Warga sudah bersepakat, perbuatan moral Herwantoni sudah tidak dapat lagi ditolerir, yang tidak bisa menjadi panutan warga, yang secara otomatis telah mencoreng nama baik desa. Untuk itu, kami mewakili warga besok akan menemui Bupati untuk memohon mengganti Herwantoni sebagai Kades,” ujarnya.
Nawi yang disambangi di kediamannya, juga menambahkan permasalahan yang membuat masyarakat setempat kehilangan kepercayaan juga terdapat pada pengelolaan Dana Desa serta ADD yang dilakukan oleh Herwantoni dinilai tidak berpihak kepada warga desa. Yang mana ia menjelaskan, pembangunan di desa tahun 2017 ini, masyarakat tidak sekalipun dilibatkan. Bahkan, Kades saat ini menggunakan orang luar desa untuk mengerjakan pembangunan desa dan juga dalam perencanaan pembangunan desa yang tidak memanfaatkan warga setempat.
” Kekesalan warga sudah memuncak, selain moral yang buruk juga tidak adil dan tidak dapat mengayomi masyarakat desa baik secara kepemimpinan juga secara keterbukaan dalam pembangunan dan pengelolaan keuangan di desa. Untuk itu, kami sangat mengharapkan pak Bupati dapat menerima kami Senin besok,” imbuhnya.(aer)
