Usaha Bangkrut Gunakan DD, Eks Kades Karya Pelita Kabur Takut Dipenjara

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Tertangkapnya eks Kades Karya Pelita Kecamatan Marga Sakti Sebelat, Kabupaten Bengkulu Utara bernama Ujang Sumardi (49), yang telah buron 2,4 Tahun, memberikan kejelasan atas pengusutan dugaan korupsi terhadap pengelolaan Dana Desa (DD) Karya Pelita. Alhasil, berdasarkan jumpa pers Kejari BU Elwin Agustian Kahar, SH, MH melalui Kasi Pidsus Kejari BU M Angga Mahatama, SH MH yang menyatakan berdasarkan pengakuan, Dana Desa ini digunakannya untuk usaha kuari namun bangkrut.

“Karena tidak bisa mempertanggungjawabkan Dana Desa yang digunakan untuk kepentingan pribadinya tersebut, ia pun ketakutan ketika masalah ini diusut oleh pihak Kejari BU. Maka itu, ketika panggilan ketiga, Ujang Sumardi ini memboyong keluarganya untuk melarikan diri ke wilayah Bekasi. Dari sana juga, ia memutuskan kontak sama sekali,” ujar Angga.

Angga pun menjelaskan, pihaknya Jum’at ini (7/1) telah menerima tahanan DPO buron ini dari tim Tabur Kejaksaan Agung RI, guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut atas kasus korupsi penyalahgunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Desa Karya Pelita, Kecamatan Marga Sakti Sebelat, Kabupaten Bengkulu Utara, Tahun 2017, dengan kerugian sebesar Rp. 400.287.193. Tersangka ini, akan dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan untuk menindaklanjuti lebih jauh proses hukumnya, berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Bengkulu Utara (P-8) Nomor: Print-02/N.7.12/Fd.1/11/2018 tanggal 2 November 2018 dan Nomor: Print-02A/L.7.12/Fd.1/06/2019 tanggal 19 Juni 2019, bahwa SUNARDI Alias UJANG SUNARDI.

“Penyerahan tersangka langsung diterima oleh Kejari Bengkulu Utara bersama dengan pihak Kejati Bengkulu, di Bandara Fatmawati Bengkulu. Kami kedepan akan memprosesnya secapatnya, guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, yang mana kasus ini tertunda pengusutannya sejak 2,4 tahun silam, lantaran ia buron dan masuk dalam Daftar pencarian Orang (DPO) Kejari BU,” bebernya.

Disinggung seperti apa, Ujang Sumardi ini bisa terlacak keberadaannya. Ini berkat, pelacakan yang dilakukan oleh pihak Kejagung RI, dari komunikasi yang dilakukan oleh Ujang Sumardi ini, yang langsung ditindaklanjuti oleh Tim Tabur Kejagung RI. Sementara, dari pengakuan tersangka uang negara yang dikroupsinya tersebut, itu sudha habis digunakan untuk membuka usahanya di Jakarta, kemudian juga sudha habis lantaran usahanya selama menjadi Kades Karya Pelita yang bangkrut.

“Dana Desa yang disalahgunakan olehnya, yakni dana Silpa DD Karya Pelita Tahun 2017 sebesar Rp. 400 juta. Dimana, dana tersebut digunakannya untuk kepentingan pribadinya tanpa disertai bukti dokumen apapun. Alhamdulillah, penjemputan tersangka ini di Bandara Fatmawati berlangsung aman dan terkendali,” demikian Angga.

Untuk diketahui, tersangka ini tiba di kantor Kejari Bengkulu Utara pada Jum’at (7/1) sekitar pukul 15.00 WIB, menggunakan kendaraan tahanan Kejari BU. Yang langsung, menjalani pemeriksaan oleh pihak penyidik Pidsus Kejari Bengkulu Utara. Sekedar mengingatkan, Ujang Sunardi merupakan DPO Kejari BU dan melarikan diri selama 2 tahun 4 bulan dan akhirnya berhasil ditangkap Tim Tabur Kejagung RI di Perumahan Cahaya Darussalam 2, Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, pProvinsi Jawa Barat. Selama pelarian, tersangka Ujang Sunardi menjalani profesi sebagai pedagang di sekitaran wilayah Bekasi.

Baca juga :

Kajari Bengkulu Utara Nantikan Tangkapan Kejagung DPO Buron Dugaan Korupsi DD Karya Pelita

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment