Selain Terkesan Telantarkan Warga, Kades Talang Tua Diduga Palsukan Dokumen Kependudukan Warganya

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Kepala Desa (Kades) Talang Tua Kecamatan Padang Jaya Bengkulu Utara, saat ini benar benar jadi sorotan publik. Bagaimana tidak, setelah dirinya terkesan telantarkan warganya yang butuh makan meminta ke kades secanting beras, tidak diberikannya. Oknum Kades ini yang bernama Susmo ini, juga diduga menyalahgunakan wewenangnya, dan melakukan tindak pidana pemalsuan data kependudukan warganya sendiri.

Hal ini, terbukti dimana didalam Kartu Keluarga (KK) dan KTP warganya bernama Sukahar, datanya dipalsukan yang mana status istri dari Sukahar ini, disebut telah meninggal dunia. Didalam dokumen kependudukan tersebut, status Sukahar telah cerai mati. Tentunya, ini menjadi pertanyaan semua pihak. Yang mana, sebutan cerai mati untuk Sukahar ini berarti istrinya telah meninggal dunia. Sementara, faktanya istri Sukahar ini masih hidup, hanya saja antara kedua suami istri ini belum resmi bercerai, melainkan hanya pisah ranjang.

Hal ini pun terungkap, murni adanya dugaan penyalahgunaan wewenang serta adanya unsur pidana memalsukan data penduduk, setelah awak media mengkonfirmasi kepada pak Sukahar. Yang mana, KTP dan KK ini dibuat tahun 2012, oleh Kades Susmo. Pernyataan Sukahar ini, semakin masuk akal karena disebutkannya, ketika Kades ini akan membuatkan KK dan KTP, dirinya tidak faham apa-apa, dalih kades katanya agar dapat bantuan. Namun, hingga saat ini tidak satupun bantuan yang ia terima. Hanya, saat inilah yang katanya akan diurus bantuan BLT desa Talang Tua. Itupun saat ini, ia tidak menginginkannya lagi karena sudah diperlakukan seperti itu oleh Kades.

“Kades (Susmo,red) yang buatkan KTP saya pak. Dia sendiri yang bilang, kalau status dibuatkan cerai mati. Ya saya mana tahu pak, dengan birokrasi pemerintahan. Karena itu dokumen kependudukan, ya saya bilang mana baiknya aja pak,” ujar Sukahar.

Menariknya lagi, ketika awak media mempertanyakan soal cerai mati, apakah istrinya sudah meninggal dunia. Sukahar pun menegaskan, istrinya masih hidup dan status yang ada di KTP dan KK cerai mati itu, tidak benar. Karena, hingga saat ini istrinya masih hidup dan menempati rumah bersama anak-anaknya.

“Istri saya masih hidup pak, nggak ada meninggal dunia. Soal yang ada di KTP dan KK, saya bisa apa pak, wong yang buat dia (Kades,red),” terang Sukahar.

Sementara itu, Kepala Desa Talang Tua Kecamatan Padang Jaya Bengkulu Utara Susmo, ketika dikonfirmasi hal tersebut, mengelak dirinya membuat KK dan KTP Sukahar. Dikatakannya kepada awak media, soal surat pengantar dirinya hanya paraf, yang neken perangkatnya. Mengenai, dokumen akta kematian dirinya tidak tahu, karena yang menerbitkan KK dan KTP itu dilemparnya ke Disdukcapil Bengkulu Utara.

“Mana saya tahu, yang buat KK dan KTP kan bukan saya yang menerbitkannya. Kalau soal surat pengantar, itu bukan urusan saya, tapi urusan perangkat desa, saya hanya paraf,” singkat Kades.

Baca juga :
Miris, Hanya Karena Minta Beras Secanting Tidak Dikasih Kades, Warga Desa Talang Tua Sampai Di Polsek Padang Jaya

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment