Kasat Reskrim : Siap Profesional Tindak Dugaan Pengancaman Terhadap Wartawan

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Terkait, dengan perkembangan tindak lanjut perbuatan tidak terpuji dugaan pengancaman menggunakan senjata tajam, yang dilakukan oknum Kades Talang Renah Kecamatan Air Besi Kabupaten Bengkulu Utara berinisial Sa, terhadap dua orang Wartawan. Kapolres BU AKBP Anton Setyo Hartanto, S.Ik melalui Kasat Reskrim AKP Jery Antonius Nainggolan, S.Ik, menegaskan siap profesional. Hal ini, disampaikannya kepada pengurus Organisasi Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bengkulu Utara, yang melakukan audiensi di Polres BU.

Dikatakan Jery, dihadapan rekan rekan media atas permintaan agar pihak Kepolisian segera menindak oknum Kades tersebut. Ia menandaskan, akan bekerja secara profesional, dan segera menindaklanjuti terkait kekerasan dugaan ancaman, yang diterima oleh Wartawan. Pihaknya berjanji, tidak akan menanggapi intenvensi manapun, dan akan menindak semua tindakan, yang bersifat kekerasan yang memenuhi unsur pidana.

“Kita tindaklanjuti, sedang kita persiapkan surat pemanggilannya. Prosesnya tengah berjalan, kepada rekan-rekan Wartawan agar bersabar. Kalau benar dari hasil keterangan nanti, bisa dikenakan pidana akan langsung dilakukan penahanan,” singkat Kasat.

Sementara itu, Ismail Yugo selaku Ketua SMSi BU yang didampingi Wakil Ketua Edi Yanto serta pengurus lainnya, mengatakan. Pihaknya, meminta agar pihak Kepolisian dapat mengusut tuntas laporan dua orang wartawan, yang mendapatkan perlakuan diskriminasi dari oknum Kades Talang Renah tersebut. Pasalnya, ia menilai apa yang dilakukan seorang pamong di desa tersebut, sudah sangat keterlaluan. Terlebih, atas ucapan yang terkesan mengancam nyawa dua orang wartawan, yang tengah menjalankan profesi jurnalistiknya.

“Kami percaya, pihak Kepolisian akan menindaklanjuti laporan resmi wartawan ini, dan sepenuhnya kami menyerahkan kasus ini kepada pihak kepolisian, untuk diproses secara hukum yang berlaku. Karena, apa yang dilakukan oknum kades ini, jelas sudah dinilai sangat menghambat kerja jurnalistik. Sesuai dengan aturan Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang pers, jelas apa yang dilakukan oleh oknum kades ini, telah membahayakan dan menghambat kerja kuli tinta. Yang pasti, kami minta pihak kepolisian agar menindak tegas oknum kades ini,” ujar Ismail.

Senada ditambahkan oleh Wakil Ketua SMSI BU Edi Yanto, yang menandaskan. Bahwa, apa yang dilakukan oleh oknum Kades Talang Renah, jelas merupakan kekerasan terhadap wartawan. Kekerasan terhadap wartawan, merupakan preseden buruk bagi sistem kemerdekaan pers di negara demokrasi seperti Indonesia. Dalam hal ini, ia atas nama organisasi media pers, mengutuk kekerasan terhadap wartawan. Kekerasan tidak dibenarkan dilakukan kepada siapa pun, termasuk terhadap wartawan yang sedang melakukan kegiatan jurnalistik. Untuk itu, ia pun mendesak aparat kepolisian, untuk melakukan pengusutan dan penegakan hukum yang semestinya dan seksama, atas kekerasan yang terjadi.

“Saya mengingatkan, sesuai dengan amanah Dewan Pers dan Undang-undang Pers, kepada semua unsur pers untuk senantiasa berpegang teguh kepada Kode Etik Jurnalistik, termasuk di dalamnya aspek profesionalitas dalam melaksanakan tugas jurnalistik. Dalam hal ini, kami juga akan berkoordinasi dengan Dewan Pers, dan pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi saudara kita ini,” jelas Edi.

Diketahui, dugaan pengancaman ini terjadi pada saat kedua Wartawan saat ingin meliput kegiatan di lokasi pembangunan rabat beton di Desa Talang Renah, Kecamatan Air Besi Kabupaten Bengkulu Utara. Minggu (13/06). Berdasarkan keterangan korban yang merupakan wartawan Tubarnews.com dan Pakarnews.com, mengaku keduanya mendatangi lokasi pekerjaan knum Kades Talang Renah berinisial Sa ini, berdasarkan informasi masyarakat, dan sudah memperkenalkan diri sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

“Namun, ketika kami belum sempat menyampaikan maksud dan tujuan, kami sudah diintimidasi dengan kata kata oleh Kades. Yang berucap, “Siapa yang suruh kalian (dua wartawan,red) datang kesini (Lokasi kegiatan Rabat Beton-red). Sembari mengeluarkan nada ancaman, yang menggunakan bahasa daerah, seperti “Akan membacok leher kami, jika mengambil liputan kegiatannya. Kami diusir, sembari Kades mengeluarkan nada ancaman akan membacok leher kami, yang menyebutkan bahwa sebilah parang sudah dipegangnya,” aku Sukiman dan Ujang Suratin.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media belum juga berhasil mengkonfirmasi oknum Kades Talang Renah berinisial Sa, baik didatangi ke kantor desa yang telrihat sepi tanpa penghuni, maupun lewat pesan singkat dan telpon ke nomor ponselnya.

Baca juga :
Dua Orang Wartawan Media Online Bengkulu Utara, Ngaku Diancam Bacok Oleh Oknum Kades Talang Renah

Laporan : Redaksi

Related posts

Leave a Comment