Dinilai Kurang Beretika, Dewan Desak Bupati Evaluasi Dan Copot Kabag Umum Setdakab Bengkulu Utara

Anggota DPRD bengkulu Utara kecam aksi intimidasi Kabag Umum Setdakab bengkulu Utara kepada wartawan

RubriKNews.com, BENGKULU UTARA – Giliran anggota DPRD Bengkulu Utara, mengecam aksi kurang terpuji oknum pejabat di lingkungan Setdakab Bengkulu Utara terhadap wartawan. Ini disampaikan Dedi Syafroni, anggota komisi III DPRD BU yang meminta Bupati Bengkulu Utara Ir. Mi’an untuk mengevaluasi dan mencopot Kabag Umum Setdakab BU Kardo Manurung dari jabatannya, karena etikanya dinilai tidak layak menjadi pejabat struktural.

Baca : Anggota DPD RI Ikut Kritik Sikap Kabag Umum, Diduga Intimidasi Wartawan Bengkulu Utara

Diketahui, atas kejadian yang menimpa salah satu rekan media yang diperlakukan kurang terpuji oleh oknum pejabat ini, yang terindikasi melakukan intimidasi terhadap wartawan yang disinyalir menakuti wartawan dengan menyebut nama salah satu aparat penegak hukum, Dedi berpendapat itu sangat tidak berpendidikan. Bagaimana tidak, Dedi mengungkapkan semestinya seorang pejabat itu mengerti tupoksinya, jangan asal bicara atas pertanyaan yang bukan untuknya.

“Wartawan itu tugasnya mengkonfirmasi berita, dan itu sudah ada payung hukum yang melindunginya. Untuk itu, sudah semestinya seorang pejabat itu dapat bersikap layaknya seorang pimpinan yang beretika. Jangan seperti yang dilakukan Kardo Manurung, wartawan bertanya dengan Asisten III Setdakab BU justru yang jawab dia, juga katanya mengintimidasi. Itu bukanlah tindakan terpuji untuk seorang pejabat,” ujarnya.

Dedi pun mengkritik kebijakan Bupati BU Ir. Mi’an dalam menunjuk Kardo Manurung menjadi pejabat struktural. Semestinya pejabat struktural itu diisi sesuai dengan basicnya, bukan seperti ini dari guru. Lagian sambung Dedi, Mi’an sendiri tidak konsekwen dengan ucapannya sendiri, yang seyogyanya setiap pejabat itu diisi sesuai dengan ilmu dan pendidikannya, yang mana pejabat yang dari guru akan dikembalikan menjadi guru, tapi faktanya justru guru ditarik jadi pejabat struktural.

“Itulah terkadang pejabat di Bengkulu Utara ini banyak pekerjaannya yang tidak becus karena tidak sesuai dengan basicnya. Ini saya katakan jelas menyinggung pak Bupati agar ingat dengan kata-kata sendiri, setiap pejabat akan diisi dengan latar belakang ilmu dan pendidikannya. dan untuk pejabat dari guru akan dikembalikan menjadi guru, faktanya sekarang apa, justru guru ditarik menjadi pejabat struktural. Alhasil seperti ini, etikanya pun syarat dipertanyakan, dampaknya kita jadi malu,” tegas Dedi.

Melihat kondisi seperti ini, agar tidak berlarut-larut dan terjadi pada orang lain lagi. Pihaknya mendesak Bupati Bengkulu Utara juga agar mencopot Kardo Manurung dari jabatannya. Karena dinilai, tidak perlu dipertahankan dan kembalikan tupoksinya dari guru menjadi guru.

“Bupati harus memegang kata-katanya sendiri, karena ia seorang pemimpin. Jangan bisanya hanya protes atas kritikan orang lain atas kinerjanya yang buruk serta menyalahkan dan mencueki masalah, tolong sikapi masalah ini karena ini serius lantaran kredibilitas daerah ini dipertaruhkan dengan adanya pejabat tidak beretika ini. Seperti contoh pejabat yang tempatkan ini, hasilnya pejabat yang ditempatkan justru pejabat yang kurang beretika. Ini patut dievaluasi lagi dan Bupati jangan asal comot ASN, yang basicnya belum tentu dapat menguasai jabatan yang akan diembannya,” tutup Dedi dengan suara lantangnya yang khas.

Sekedar mengingatkan, tindakan kurang terpuji Kardo Manurung terjadi kepada wartawan yang tengah menjalankan tugasnya untuk meminta klarifikasi kepada Asisten III Setdakab BU Ramadanus, SE. Dimana ketika itu, setiap pertanyaan wartawan Kardo Manurung selalu menyela dan memotong serta menjadi orang yang menjawab jawaban yang semestinya dijawab oleh Asisten III. Tidak sampai disitu saja, karena diminta untuk tidak menjawab pertanyaan yang bukan pertanyaan untuknya, Kardo Manurung pun berang dan melakukan aksi kurang terpuji dengan diduga mengintimidasi wartawan dengan menyebut nama seorang perwira yang bertugas di Mapolres BU Donald Sianturi, yang diketahui sebagai Kanit Tipidkor Mapolres BU. Tidak diketahui sejauh ini apa motif kardo Manurung ini, namun awak media menduga Kabag Umum ini sengaja menyebut nama aparat ini, guna menakut-nakuti wartawan supaya tidak meneruskan pertanyaannya, terkait indikasi korupsi di kegiatan Setdakab Bengkulu Utara.

Baca :

PWI Bengkulu Utara Ikut Mengecam Aksi Kabag Umum Diduga Intimidasi Wartawan

Kanit Tipidkor Polres Bengkulu Utara Bingung, Namanya Disebut Diduga Menakuti Wartawan

Hebat, Lampaui Wewenang, Kabag Umum Memerintah Asisten III Setdakab Bengkulu Utara

Sebut Nama Polisi, Ketua Aliansi LSM Bengkulu Utara Kecam Tindakan Kabag Umum Takuti Wartawan

Laporan : Redaksi

2 Replies to “Dinilai Kurang Beretika, Dewan Desak Bupati Evaluasi Dan Copot Kabag Umum Setdakab Bengkulu Utara”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *